Suarapesantren.com – PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong memperingati Milad ke-50 sejak berdiri pada 1976. Momentum setengah abad ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang pesantren sekaligus penguatan komitmen untuk terus membangun lembaga pendidikan Islam yang unggul, modern, dan berdaya saing.
Rangkaian peringatan dimulai dengan apel resmi yang digelar Yayasan PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan Achdar Rifai dan Sekretaris Husni Thamrin.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga besar pesantren, alumni, tokoh masyarakat, hingga jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara.
Refleksi Perjalanan Pesantren Sejak 1976
Dalam apel tersebut, Ketua Yayasan membacakan sejarah berdirinya pesantren yang didirikan pada tahun 1976 oleh Achmad Dahlan, yang kala itu menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kutai.
Kehadiran pesantren menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan Islam yang terstruktur dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara yang bertindak sebagai pembina upacara turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan panjang pesantren.
“Lima puluh tahun bukan waktu yang singkat. Ini bukti bahwa PPKP Ribathul Khail mampu menjaga eksistensi dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Islam di Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Pembangunan Asrama Baru Senilai Rp2,2 Miliar
Sebagai bagian dari rangkaian Milad, pesantren juga memulai pembangunan Asrama Putra berkapasitas 18 kamar dengan total anggaran mencapai Rp2,2 miliar.
Prosesi pengecoran Cakar Ayam dilakukan langsung oleh Aulia Rahman Basri bersama Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani dan sejumlah tamu undangan.
Pembangunan tersebut menjadi simbol kesinambungan perjuangan dari generasi pendiri hingga generasi saat ini dalam memperkuat sarana pendidikan dan kenyamanan para santri.
Milad Jadi Ajang Silaturahmi dan Konsolidasi Alumni
Ketua Panitia Milad, Wahidatuzzakiah, menegaskan bahwa peringatan Milad bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi alumni.
“Milad ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum haul, doa bersama, silaturahmi, dan dialog kepesantrenan untuk membangun gagasan demi kemajuan pesantren ke depan,” katanya. dilansir dari kutaipanrita.id
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar dialog kepesantrenan yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Nasrun Basri dari Ponpes Darul Ihsan Samarinda, Muhammad Idham, hingga Selamat Said Sanib yang dikenal sebagai public speaker, trainer, penulis, dan penyair.
Pentingnya Branding dan Dokumentasi Sejarah Pesantren
Dalam dialog tersebut, Bang Said menyoroti pentingnya membangun citra pesantren melalui dokumentasi dan penguatan narasi sejarah.
“Reputasi lembaga tidak lahir dari klaim semata, tetapi dari rekam jejak sejarah, karya, dan kontribusi nyata para alumninya. Branding pesantren harus dibangun melalui dokumentasi yang kuat dan narasi sejarah yang terstruktur agar semakin diakui publik,” tegas Bang Said yang juga menjabat Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kalimantan Timur.
Suasana Milad semakin semarak dengan penampilan seni dari Siti Rahmadaniah dan Gasto dari Kuarsa Mahakam yang membawakan karya berjudul Aku Sebutir Hujan.
Dokumentasikan Kiprah Alumni Selama Lima Dekade
Sebagai bagian dari peringatan setengah abad, pesantren juga menyusun buku berjudul Kiprah dan Harapan 50 Tokoh Alumni. Buku tersebut mendokumentasikan kontribusi alumni di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, dakwah, ekonomi, hingga pengabdian sosial.
Tim penyusun buku terdiri dari Selamat Said Sanib, Misran, Yati Sukri, Hj. Monawwarah, Yakson, dan Sarifuddin.
Puncak Milad 50 Tahun PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh keluarga besar pesantren dan alumni lintas generasi.
Mengusung semangat “1976–2026: Setengah Abad Mengabdi, Menjaga Tradisi, dan Membangun Generasi”, pesantren ini diharapkan terus melahirkan generasi yang berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.

