SUARAPESANTREN.COM | Jakarta–Ketua Dewan Pengawas Lazis Assalam Fil Alamin (ASFA), Irjen Pol (Purn) Mas Guntur Laupe, menegaskan komitmen lembaganya untuk memperkuat pengajaran bahasa Arab di pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan saat acara penyambutan 20 peserta program pendidikan intensif di Institut Sultan Qobus, Kesultanan Oman, yang dilaksanakan di ASFA House, Jakarta Selatan, Senin (12/5/2025).
Program yang berlangsung selama satu bulan, dari 11 April hingga 11 Mei 2025, merupakan hasil kerja sama antara Lazis ASFA dan Kementerian Wakaf Oman. Program ini fokus pada penguatan metodologi pengajaran bahasa Arab bagi non-penutur Arab, sekaligus pengayaan wawasan keislaman bagi para peserta yang berasal dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Lazis ASFA Muchlis Hasyim mengatakan, program ini merupakan bagian dari legacy almarhum Syafruddin Kambo, Ketua ASFA Foundation, yang telah menggagas kerja sama ini sebelum wafat. Ia menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata ASFA dalam percepatan penguatan SDM unggul pesantren menuju Indonesia Emas 2045.
Dia juga berpesan agar peserta selalu berada dalam rangka berdakwah dan beribadah. Menurutnya, bahwa apa yang kita kerjakan merupakan cara untuk mendekatkan umat Islam kepada Allah SWT.
“Jika kita mencintai Allah, maka Allah akan mencintai kita,” katanya.
Salah satu peserta, Ustaz Muhammad Dic Hidayat Ratuloly dari Pesantren Santri Perbatasan Timur Merauke, Papua, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini.
Ia mengatakan, metode yang dipelajari sangat praktis dan mudah dipahami oleh santri yang bukan penutur Arab. Ia berencana menerapkan metode tersebut di pesantren tempatnya mengajar, serta menularkannya kepada para guru bahasa Arab lainnya.
“Kami mendapatkan metode pengajaran bahasa Arab bagi non penutur Arab dengan mudah dan cepat, metode ini akan saya bawa ke pondok pesantren dan saya akan transformasikan juga ke para guru-guru lainnya” ungkapnya.
Pimpinan Yayasan Tarbiyah Islamiyah Madinatussalaam Cianjur, KH. Dadan Hadiat, juga menyampaikan apresiasi atas peran Lazis ASFA yang dinilai konsisten dan nyata dalam penguatan bahasa Arab di lingkungan pesantren.
Acara penyambutan diawali dengan pembacaan Alquran, dzikir, dan selawat, serta doa khusus mengenang almarhum Syafruddin Kambo. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Lazis ASFA Anizar Masyhadi, MA, serta jajaran pengurus ASFA lainnya.
Sebanyak 20 peserta yang mengikuti pendidikan intensif ini berasal dari 20 kabupaten/kota di 12 provinsi di Indonesia. Mereka merupakan para pimpinan pesantren maupun asatidz kader yang memiliki peran strategis dalam pengembangan bahasa Arab di lingkungan masing-masing. []

