Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Kisah KH Zainal Musthafa Dirikan Pesantren Sukamanah Tasikmalaya
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > JEJAK ULAMA > Kisah KH Zainal Musthafa Dirikan Pesantren Sukamanah Tasikmalaya
JEJAK ULAMA

Kisah KH Zainal Musthafa Dirikan Pesantren Sukamanah Tasikmalaya

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 18/03/2021 5 Min Read
Share

SUARA PESANTREN | Tasikmalaya– Pesantren Sukamanah di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, merupakan salah satu pesantren yang cukup terkenal di Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Sukamanah didirikan oleh KH Zainal Musthafa pada 1927.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren
KH Zainal Musthafa lahir Kampung Bageur, Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna, PADA1899 dari pasangan Nawapi dan Ratmah yang merupakan petani dengan ketaatan beribadah dan kecintaan terhadap agama yang cukup tinggi.

Saat ini, kampung tempat kelahirannya tersebut masuk ke wilayah Kecamatan Sukarame setelah adanya pemekaran.

Nama kecil KH Zainal Musthafa sebelumnya adalah Hudaeni. Namun Setelah menunaikan ibadah haji pada 1927, nama Hudaeni berganti menjadi Zainal Musthafa.

Sejak remaja, dia kenyang dengan pendidikan keagamaan. Setelah menamatkan di sekolah rakyat (SR), dia melanjutkan pendidikan di pondok pesantren Gunung Pari di bawah asuhan kakak sepupunya, KH Zainal Muhsin.

Pada 1927, KH Zainal Musthafa mendirikan Pondok Pesantren di Kampung Cikembang dengan Nama Pondok Pesantren Sukamanah di atas tanah wakaf untuk rumah dan masjid dari seorang janda dermawan Hj Siti Juariah.

Dengan berbekal Ijazah Sekolah Rakyat dan ilmu-ilmu yang diraihnya dari beberapa Pesantren selama 17 tahun, beliau memimpin Pesantren ini selama kurang lebih 17 tahun.

Dalam kurun waktu itu, KH Zainal musthafa mampu mencetak ratusan santri menjadi alim yang sanggup dan cakap memberikan pelajaran agama di tempat/kampung halamannya masing-masing.

Berkat kepandaian dan kesuksesannya pada waktu itu, berbondong-bondonglah para santri datang dari berbagai pelosok, sehingga santri yang diasramakan berkisar antara 600-700 orang yang di tampung di 6 Asrama.

Adapun santri yang tidak di asramakan atau disebut santri kalong jumlahnya lebih dari sepuluh kali lipat dari yang di asramakan.

Pada 1950 keadaan pesantren sepeninggal beliau dilanjutkan dan dirintis kembali oleh KH Fuad Muhsin dan K.U. Abdul Aziz  serta rekan-rekannya dengan bimbingan kakaknya KH Wahab Muhsin.

Kemudian pada 2003 KH Fuad Muhsin menyerahkan dengan sepenuhnya untuk memimpin pesantren kepada Putranya KH A. Thahir Fuad.

Pada 1956 beliau berdua sepakat mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Sukahideng. Pada 17 Agustus 1959 telah berdiri Yayasan KH Zainal Musthafa dengan Akta Notaris No.8 yang di perbaharui dengan Akta Notaris No.10 tahun 1999.

Yayasan ini bertujuan untuk melanjutkan perjuangan pahlawan KH Zainal Musthafa khususnya di bidang pendidikan.

Yayasan Perguruan KH Zainal Musthafa sampai saat ini telah mempunyai Pondok Pesantren Sukamanah, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Diniyah, TKA/TPA, SMP, SMA, MTsN dan MAN serta lembaga pelayanan masyarakat meliputi Kopontren dan Poskestren

Pertempuran Sukamanah dan Pengangkatan Sebagai Pahlawan Nasional

Jika berbicara tentang Pesantren Sukamanah, tersirat tentang pertempuran heroik antara KH Zainal Musthafa beserta santrinya berperang melawan penjajahan Jepang.

Sikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan penjajah kolonial sudah dilakukan pada awal tahun 1940. Waktu itu, KH Zainal Musthafa membangkitkan semangat kebangsaan dan sikap perlawanan terhadap penjajahan Belanda.

“Akibatnya ditangkap dan dipenjarakan termasuk bersama KH Ruhiat pimpinan Pesantren Cipasung,” papar salah satu keluarga KH. Zainal Musthafa, Yusuf Hazim, Rabu (17/3/2021).

Puncak sikap kritis terhadap Jepang ditunjukan KH Zainal Mustofa saat menolak melakukan saikerei atau membukukkan badan dan kepala ke arah Tokyo. Karena sikap itu dianggap musyrik dan menyekutukan Allah.

Sikap perlawanan KH Zainal Musthafa terhadap pejajahan Jepang memuncak pada 25 Februari 1944 sekitar pukul 16.00 WIB. Beberapa buah truk dengan berisi serdadu Jepang mendatangi komplek Pesantren Sukamanah bermaksud menangkap sang kyai.

Bukan menyerahkan diri kepada serdadu Jepang, santri dan KH Zainal Musthafa malah menyambut dengan pekikan takbir tanda siap berperang.

Senapan mesin dan canggih serdadu Jepang dilayani dengan senjata tradisional bambu runcing dan senjata pedang yang terbuat dari bambu. Meskipun terbuat dari bambu, namun pedang tersebut mampu membunuh dan menghabisi nyawa para penjajah.

“Tidak masuk secara logika, senjata pedang dari bambu yang dibuat seadayanya mampu memberikan perlawanan terhadap tentara Jepang,” tambah Yusuf.

Pertempuran yang tidak seimbang itu, menyebabkan 86 santri gugur menjadi syuhada dan KH Zainal Musthafa ditahan hingga akhirnya dieksekusi pada tangggal 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Belanda Ancol.

Jenazah KH Zainal Musthafa beserta 17 santrinya akhirnya dipindahkan ke Taman Makan Pahlawan Sukamanah pada tanggal 26 Agustus 1973. Gelar pahlawan nasional diberikan berdasarkan SK. Presiden RI/ No 64 tahun 1972 tertangg 20 November 1972. [rojink]

Sumber: AyoBandung.com

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Kemenag Matangkan Peta Jalan Kemandirian Pesantren

P3M dan DJP Resmikan Tax Center Pesantren untuk Perkuat Literasi Pajak

Ponpes Darul Amanah Kendal Raih Penghargaan Digitalisasi Pendidikan Terbaik Nasional

Majelis Masyayikh akan Proses Regulasi Penjamin Mutu Pesantren

IDIA Prenduan Gelar FGD Penguatan Nilai Bersama dan Kesinambungan Organisasi

TAGGED:kh zainal musthafapahlawan nasionalpendidikan islampesantren sukamanah
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Gontor Didaulat Jadi Pembicara Internasional Penanganan Covid-19

10/07/2020
JEJAK ULAMA

Abdullah Faqih bin Umar, Ulama Pejuang dari Banyuwangi

06/07/2020
KILAS PESANTREN

Pesantren Lansia Gratis untuk Orangtua Usia 60 Tahun

12/03/2021
gontor
SEABAD GONTOR

UIN Malang Jajaki Kolaborasi dengan Al-Azhar di Momentum 1 Abad Gontor

24/09/2026
SANTRI-ALUMNI

Serda Rizki Adam Selalu Ingat Saat Nyantri

08/07/2020
NASIONAL

Kemenag Rilis Program Pesantren untuk Kerukunan dan Kesejahteraan Indonesia

16/10/2023
NASIONAL

Gubernur Jatim Khofifah Izinkan Pondok Pesantren Buka Kembali

17/06/2020
KILAS PESANTREN

Pesantren Darussalam Boyolali Gelar Panen Cabai

09/03/2021
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?