Suarapesantren.com |- Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Singkawang menggelar kegiatan syukuran yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan di Pondok Pesantren Al-Ghuroba’, Jalan Semai, RT 003/RW 002, Kelurahan Sungai Garam Hilir, Kecamatan Singkawang Utara, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya kalangan pesantren.
Peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga dimaknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat. Melalui kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini, Polres Singkawang ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kepedulian dan kebersamaan.
Dihadiri Personel Polri dan Keluarga Besar Pesantren
Kegiatan syukuran di Pondok Pesantren Al-Ghuroba’ dihadiri oleh sejumlah personel Polres Singkawang dan Polsek Singkawang Utara. Hadir dalam kegiatan tersebut KBO Sat Pamobvit Polres Singkawang Iptu Priyono, Wakapolsek Singkawang Utara Iptu Tarkadi, para Kanit Polsek Singkawang Utara, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Garam Hilir Aiptu Sodikin.
Turut hadir pula pengajar sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghuroba’, Azri Iskandar, bersama 16 orang santri yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan pesantren disambut hangat oleh para pengajar dan santri. Suasana kekeluargaan terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.
Doa Bersama Sebagai Ungkapan Rasa Syukur
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Azri Iskandar. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Selain menjadi bentuk rasa syukur, doa bersama juga berisi harapan agar seluruh personel Polri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Momentum doa bersama tersebut juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual memiliki peran penting dalam membangun pengabdian yang dilandasi keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Suasana khusyuk yang tercipta selama doa berlangsung semakin memperkuat makna Hari Bhayangkara sebagai momentum refleksi bagi seluruh jajaran kepolisian.
Wujud Kepedulian Melalui Aksi Berbagi
Sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Singkawang juga menyerahkan bantuan berupa 20 kotak nasi kepada para santri Pondok Pesantren Al-Ghuroba’.
Meski sederhana, bantuan tersebut memiliki makna yang besar sebagai simbol kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.
Aksi sosial ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polri dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat langsung.
Kebersamaan dalam suasana penuh kehangatan tersebut menunjukkan bahwa Hari Bhayangkara tidak hanya dirayakan melalui upacara atau kegiatan internal kepolisian, tetapi juga melalui aksi sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Memperkuat Silaturahmi dengan Lingkungan Pesantren
Lingkungan pesantren selama ini dikenal sebagai salah satu mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Oleh karena itu, kegiatan syukuran yang digelar di Pondok Pesantren Al-Ghuroba’ menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dengan para tokoh agama, pengajar, serta para santri.
Melalui komunikasi yang baik, diharapkan tercipta kerja sama yang semakin kuat dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan cinta tanah air kepada generasi muda.
Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Hari Bhayangkara Momentum Mendekatkan Polri dengan Masyarakat
Peringatan Hari Bhayangkara setiap tahunnya menjadi kesempatan bagi Polri untuk melakukan refleksi atas berbagai tugas dan tanggung jawab yang telah dijalankan.
Di usia yang ke-80, Polri terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat profesionalisme, serta membangun sinergi yang lebih erat dengan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan syukuran di Pondok Pesantren Al-Ghuroba’ menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan humanis terus dikedepankan dalam membangun hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan dan sosial, Polri berharap semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan saling percaya.
Berlangsung Aman dan Penuh Kebersamaan
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Mulai dari pembacaan doa hingga penyerahan bantuan kepada para santri berjalan lancar dengan suasana penuh keakraban.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dapat terjalin melalui kegiatan sederhana namun memiliki makna yang mendalam.
Polres Singkawang berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak berhenti sebagai peringatan tahunan semata. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, serta menumbuhkan budaya saling peduli dan gotong royong.
Dengan terus membangun komunikasi yang baik dan menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, Polres Singkawang optimistis hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat akan semakin kuat. Semangat pengabdian yang diusung dalam Hari Bhayangkara ke-80 pun diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel kepolisian untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat.

