Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Tak Punya Nomor Induk, Santri Pesantren Salafiyah Belum Bisa Terima BOS dan PIP
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Tak Punya Nomor Induk, Santri Pesantren Salafiyah Belum Bisa Terima BOS dan PIP
NASIONAL

Tak Punya Nomor Induk, Santri Pesantren Salafiyah Belum Bisa Terima BOS dan PIP

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 16/11/2023 3 Min Read
Share
ilustrasi santri

SUARA PESANTREN | Jakarta–Sampai saat ini santri di pesantren salafiyah kurang mendapat perhatian dari negara. Para santri di pesantren salafiyah tidak mempunyai nomor induk santri. Akibatnya mereka tidak mendapatkan kucuran bantuan operasional sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Pesantren salafiyah merupakan lembaga pesantren yang masih mempertahankan pola-pola pendidikan pesantren tradisional. Yaitu tercermin pada kurikulum yang mengajarkan kitab-kitab klasik atau kitab kuning saja. Selain itu, model pembelajaran yang digunakan terpusat pada kiai atau pengasuh pondok.

Kondisi di lingkungan pesantren salafiyah itu disampaikan Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghofur di forum peluncuran dokumen sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren di Jakarta pada Selasa (14/11).

Waryono titip pesan kepada Majelis Masyayikh. Dia berharapan terwujud satu data murid atau santri di Indonesia. “Terus terang karena sistem pendidikan kita ada dua, sehingga masih ada perbedaan data (murid) di Kemenag dan Kemendikbudristek,” katanya. Sehingga murid di sekolah, madrasah, sampai santri di pesantren salafiyah bisa mendapatkan nomor induk siswa atau nomor induk santri.

Dengan demikian para santri di pesantren salafiyah memiliki hak seperti murid di lembaga pendidikan formal. “Selama ini santri salafiyah belum dapat hak, seperti dana BOS maupun PIP,” terangnya. Padahal keberadaan santri di pesantren salafiyah itu jadi faktor perhitungan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan.

Waryono mengatakan, jumlah pesantren di Indonesia ada 40 ribuan. Dari jumlah itu yang masuk kategori pesantren salfiyah ada sekitar 18 ribu. Jika dirata-rata, setiap pesantren salafiyah memiliki 500 santri, maka total santrinya mencapai 9 juta orang.

Waryono menyinggung soal dana abadi pesantren. Dikatakannya, santri atau alumni pesantren salafiyah sudah bisa akses manfaat dana abadi pesantren. Khususnya untuk pembiayaan studi lebih tinggi atau kuliah. Diperkirakan jumlah lulusan pesantren salafiyah ada 45 ribu orang per tahun. Selama ini beasiswa yang tersedia sekitar 600 orang. Setelah ada dana abadi pesantren di LPDP, beasiswa naik menjadi 1.600 orang.

Pada kesempatan yang sama Ketua Majelis Masyayikh Abdul Ghaffar Rozin menjelaskan soal dokumen penjaminan mutu pesantren. Dokumen itu memiliki cakupan seluruh jenjang pendidikan di pesantren murni. Yaitu Pendidikan Diniyyah Formal (PDF), Pendidikan Muadalah, hingga Ma’had Aly, atau level pendidikan setara dengan jenjang SD hingga perguruan tinggi.

“Jadi kita tidak bicara MI, Mts, MA atau SD sampai SMA yang ada di pesantren. Tetapi pendidikan khas pesantren yang biasanya pakai sistem bandongan atau sorogan,” kata Pengasuh Ponpes Maslakul Huda, Pati itu. Menurut Gus Rozin, standar ini bukan bentuk intervensi pemerintah karena lahir dari pesantren sendiri. [roji]

Sumber: Jawa Pos

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Inilah Nama 100 Pesantren yang Menerima SK Ijin Operasional

Munas-Konbes NU 2023 akan Putuskan Sejumlah Rekomendasi, Berikut Rumusannya

Pemkab Bekasi Bersama BAZNAS Berikan Santunan 1.000 Santri

Bahas Kerjasama, Forum Pesantren Alumni Gontor Audiensi ke Rektor uGM

Tips Menjaga Rambut Berhijab tetap Sehat untuk Santriwati

TAGGED:bosinduk siswanomor induk santri
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

Asphuri Indonesia
NASIONAL

ASPHURI akan Kembangkan One Travel One Pesantren untuk Wisata Halal

17/07/2024
NASIONAL

Kreatif, Penyuluh Agama Ajarkan Santri Cara Bertanam Hidroponik

20/03/2021
NASIONAL

Gugus Tugas, Pesantren dan Masyarakat Sinergi Tangani Covid Kluster Darussalam

02/09/2020
majelis masyayikh
NASIONAL

Pelatihan Asesor Penjaminan Mutu Eksternal Khas Pendidikan Pesantren

22/07/2025
santri hilang di kendari
NASIONAL

Pengakuan Santri di Kendari Sesaat sebelum Hilang hingga 6 Bulan Disekap

05/08/2024
pemeriksaan kesehatan santri
Kesehatan

Pemerintah akan Jalankan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Madrasah dan Pesantren

30/01/2025
kebersihan santri
Kesehatan

Meningkatkan Kepedulian Santri melalui Kerja Bakti dan Lomba Kebersihan

11/12/2024
wakil ketua komisi pesantren MUI pusat
NASIONAL

MUI Dorong Pesantren Go Digital, Manuskrip Ulama Nusantara Mulai Didigitalisasi

25/05/2026
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?