SUARA PESANTREN | Sidoarho–DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyelenggarakan prosesi wisuda akbar 2023 bagi lulusan jenjang SMP dan MA. Angkatan 11 bagi jenjang SMP dan angkatan 4 bagi jenjang MA. Kegiatan itu digelar Sabtu (17/6) di Ballroom The Sun Hotel, Sidoarjo.
Tema wisuda akbar 2023 ‘ We’re the Qur’anic Generation, Ready to Advance Civilization’. Itu menandakan bahwa DAFI akan terus berupaya melahirkan generasi Alquran yang siap memajukan peradaban dunia.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Ketua Dewan Pembina DAFI Pesantren Al Qur’an Science K.H Muhammad Sirot, S.Ag., M.M. Dalam sambutan pada prosesi wisuda tersebut, dia berpesan empat hal kepada wisudawan. Pertama, mereka harus menjadi pembelajar yang cepat. Kemudian menjadi orang yang open minded dengan toleran tasmuh. Yakni, sikap menghargai, menghormati seluruh kalangan dan golongan masyarakat.
Ketiga, dia berpesan bahwa lulusan DAFI harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat. Sehingga mampu memimpin semua lapisan dan golongan masyarakat. Pesan terakhir, lulusan DAFI harus mampu membangun peradaban dengan wawasan kebangsaan.
Pada rangkaian acara wisuda akbar 2023, terdapat Inspiring Speech. Acara tersebut sebagai bekal wisudawan dalam melanjutkan pendidikan dan kehidupannya.
Turut hadir, Prof. Suparto Wijaya, Guru Besar Pascasarjana Universitas Airlangga. “Warnai negri ini dengan Alquran, berarti mengamalkan Pancasila sebagai falsafah negara,” ujarnya.
Dia juga menilai bahwa DAFI telah memberikan yang terbaik. Maka siswa diharapkan bisa mengikuti jalan DAFI yang melahirkan generasi Qurani untuk mencahayai Indonesia.
Dalam prosesi Wisuda Akbar 2023 itu, sebanyak 282 santri berhasil meraih gelar wisuda, dengan 81 diantaranya telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Dalam hal pencapaian, SMP berhasil mencapai 90 persen, sedangkan SMA mencapai 80 persen. Acara begitu khitmad, dari awal hingga akhir. Banyak Waliwisudawan yang haru dan bangga atas pencapaian santri DAFI.
Pada kesempatan yang sama, Ustadz Basuki menekankan tiga hal penting yang perlu dijaga oleh para wisudawan, yaitu mengamati apa yang ada di dunia, mempraktekkan pengetahuan yang telah diperoleh di sekolah, serta mengasah kemampuan yang telah didapat. ”Agar para santri dapat menjadi profesional di masa depan,” ujarnya.
Diakuinya, prestasi yang diraih oleh para siswa sangat luar biasa. Mereka telah berjuang dengan sekuat tenaga dan menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Mereka mampu mandiri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Hal itu merupakan sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol. [nk]

