SUARA PESANTREN | Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam tertua di Indonesia masih menjadi pilihan orangtua untuk menempatkan anaknya belajar di pondok pesantren. Di antara tujuannya adalah agar anak menjadi generasi penerus bangsa yang bertaqwa, berilmu, dan berakhlak.
Salah satu daerah di Indonesia yang terkenal memiliki banyak pondok pesantren ternama adalah daerah Rembang di Jawa Tengah. Mau tahu pesantren apa saja yang bisa dijadikan referensi untuk memondokkan anak nyantri? Berikut info pesantren selengkapnya.
Pondok Pesantren di Rembang
Di Kabupaten Rembang, ada banyak pondok pesantren yang tidak hanya terkenal di Jawa tengah, melainkan seluruh Indonesia. Para kiai pemimpin pondok pesantren di kabupaten ini tidak jarang didatangi para petinggi negara untuk dimintai nasehat dan petuah.
Rembang adalah salah satu kabupaten di Jawa tengah yang menjadi tujuan banyak orang tua yang ingin menempatkan anaknya mondok untuk menuntut ilmu di pesantren.
Di Kabupaten Rembang ada banyak tokoh nasional seperti KH Maimun Zubair, KH Mustofa Bisri, KH A Bahauddin Nursalim dan lainnya. Ibu kotanya adalah Kecamatan Rembang Kota. Kabupaten ini berbatasan dengan Teluk Rembang (Laut Jawa) di utara, Kabupaten Tuban (Jawa Timur) di timur, Kabupaten Blora di selatan, serta Kabupaten Pati di barat.
Review Pondok Pesantren di Kabupaten Rembang
Berikut ini beberapa profil pesantren di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Rembang, kami hanya mengambil 6 pesantren, meski sebearnya masih banyak pesantren yang berada di Rembang:
1. Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang
Pendiri Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang merupakan tokoh terkenal, beliau adalah almarhum KH. Maimoen Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Maimoen atau Mbah Moen, beliau seorang ulama serta kiai besar yang mendirikan Pesantren Sarang atau PP Al Anwar.
Pondok Pesantren Al-Anwar menggunakan metode salaf meskipun kini sudah tidak banyak pesantren yang masih menggunakan metode klasik tersebut. Terdapat 10 jenjang pendidikan untuk para santri yang mondok di Pesantren Al-Anwar Sarang.
Ribuan santri yang belajar di sini berasal dari berbagai daerah di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Pesantren Al-Anwar terletak di Karangmangu, Kabupaten Rembang.
2. Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin
Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin berdiri pada tahun 1942 oleh KH. Bisri Mustofa ketika beliau usia relatif muda, sekitar 30 tahun sebelum mendirikan pesantren, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan pesantren setelah memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama.
Pada awalnya, pondok pesantren ini menggunakan sistem tradisional dimana kiai menjadi figur sentral. Namun, saat diasuh oleh KH Cholil Bisri serta KH Mustofa Bisri, sistem manajemen PP Raudlatut Tholibin berkembang dengan membuat yayasan bernama ‘Al Ibriz’.
Meski manejemen pesantren dikelola di bawah yayasan, kiai tetap berfungsi sebagai figur sentral yang memimpin serta mengambil keputusan.
Materi kajian kitab yang wajib diikuti semua santri PP Raudlatut Tholibin diantaranya tauhid, nahwu, sharaf, fiqh, ushul fiqh, balaghah, tafsir alqur’an, hadits, ahlak/tasawuf, dan banyak lainnya. Pesantren ini berlokasi di tengah-tengah perkampungan warga dan tidak jauh dari pusat kota Kabupaten Rembang tepatnya di Desa Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.
Berdiri pada tahun 1945, pasca masa pendudukan Jepang, pesantren ini semula lebih dikenal dengan nama Pesantren Rembang. Pada awal masa berdirinya menempati lokasi Jl. Mulyo no. 3 Rembang saja namun seiring dengan perkembangan waktu dan berkembangnya jumlah santri, pesantren ini mengalami perluasan sampai keadaan seperti sekarang.
Tanah yang semula menjadi lokasi pesantren ini adalah tanah milik H. Zaenal Mustofa, ayah dari KH. Bisri Mustofa pendiri Pesantren Rembang. Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti beberapa waktu akibat ketidakstabilan kondisi waktu itu yang mengharuskan KH. Bisri Mustofa harus mengungsi dan berpindah-pindah tempat sampai tahun 1949.
3. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA
Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) di Rembang diasuh oleh K.H. Ahmad Bahauddin atau akrab disapa Gus Baha. Pondok pesantren LP3IA ini berdiri sejak tahun 1964 di Desa Narukan, Kabupaten Rembang.
Gus Baha merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai salah satu ahli tafsir dan memiliki pengetahuan mendalam seputar Al-Qur’an. Pria kelahiran 29 September 1970 ini merupakan salah satu murid dari ulama dan politikus karismatik K.H. Maimun Zubair.
Meskipun dikenal sebagai salah satu ulama yang banyak dikagumi, nyatanya ia lebih memilih kehidupan yang sederhana. Ia memiliki sebuah pondok pesantren yang identik dengan tempat para hafidz atau penghafal Al-Qur’an.
4. Pondok Pesantren Kauman
Pondok Pesantren Kauman didirikan pada tanggal 21 November 2003 oleh KH. M. Za’im Ahmad Ma’shoem. Pada awal pendirian, pesantren ini hanya memiliki 5 santri, yaitu 2 santri putra dan 3 santri putri.
Namun, seiring berjalannya waktu jumlah santri meningkat tajam. Pesantren yang berlokasi di Kauman Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang ini menyelenggarakan pendidikan formal dan non-formal. Pendidikan formal tersebut meliputi MA Al Hidayat Lasem dan STAISA Kampus “U” Lasem.
Sedangkan pendidikan non-formal di PP Kauman Rembang meliputi TPQ Kumala dan Madin Al Qawmaniyyah.
5. Pondok Pesantren Al Hidayat, Lasem
Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem merupakan pondok pesantren di Rembang yang didirikan oleh KH Ma’soem Ahmad pada tahun 1916.
Pondok Pesantren Al Hidayat memiliki sistem pendidikan yang terdapat di dalamnya klasik, khas Bandongan dan Sorogan. Pendidikannya memiliki metode ngaji kitab kuning dengan pendalaman kitab fiqh, alfiah, dan aqidah. Oleh karena itu, banyak alumni dari pondok pesantren ini yang menjadi ulama.
6. Pondok Pesantren Alhamdulillah
Pesantren selanjutnya merupakan salah satu pesantren ternama di Rembang yang terletak di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang atau di Jln. Rembang-Blora 14 km. Pesantren ini didirikan oleh K.H Ahmad Syahid bin Sholihun yang memiliki dua lokasi pesantren, yaitu pesantren putra di sebelah barat ndalem (rumah kiai). Sedangkan lokasi pesantren putri di sebelah timur ndalem.
Nama Pesantren Alhamdulillah konon karena beliau gemar sekali mengucapkan lafadz tersebut sehingga pesantren pun dinamai Alhamdulillah.
Para santri yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Alhamdulillah tidak hanya dibekali berbagai ilmu tentang Agama Islam melainkan berwirausaha. Pesantren Alhamdulillah menyediakan berbagai kegiatan usaha dan keterampilan seperti konfeksi, peternakan sapi, budi daya jamur, tempat pembuatan tahu, mesin jahit dan bordir. []

