SUARA PESANTREN | Bandung–Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan mendorong dua langkah dalam merealisasikan lembaga rehabilitasi bagi para pengguna narkoba yang terdeteksi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.
Langkah pertama, kata dia pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar Jabar mempunyai tempat atau lembaga rehabilitasi bagi para pengguna narkoba di Jabar.
“Langkah kedua, kami akan koordinasi dengan para ulama dan kiai untuk mendirikan sebuah pesantren yang di dalamnya ada tempat rehabilitasi narkoba,” kata Uu dilansir Ayobandung.com, Rabu (31/3/2021).
“Tapi ini perlu keilmuan, bekerja sama dengan pemerintah dan bekerja sama dengan kepolisian. Sehingga di saat mereka (pengguna narkoba) direhabilitasi, selain pendidikan dunia yang didapat, secara keimanan dan ketakwaan pun meningkat,” sambungnya.
Menurut Uu, di Jabar hanya ada satu pesantren rehabilitasi di Tasikmalaya, yaitu Pondok Pesantren Suryalaya, dengan metode Inabah yang diprakarsai oleh Abah Anom.
Usulan ini, lanjut Uu, disampaikan sebab di Lapas Sukamiskin, sebanyak 85% tahanan merupakan korban narkoba. [rojink]

