PESANTREN | Semarang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menyerahkan penghargaan kepada 15 duta pondok pesantren di Jawa Tengah, dalam memperingati Hari santri.
Penghargaan tersebut berupa uang pembinaan Rp 125 juta dan jogo santri kit senilai Rp 8 juta per duta pondok pesantren tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan penyerahan penghargaan tersebut dilakukan melalui seleksi penerapan protokol kesehatan di pondok pesantren atau Jogo Santri.
“Pemberian penghargaan diseleksi dari administrasi, penilaian video, dan pengecekan langsung di lapangan. Dari sekitar 193 peserta se-Jawa Tengah, diambal 15 pondok pesantren yang terbaik,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, Kamis (22/10).
Menurut Gus Yasin, pondok pesantren membutuhkan arahan dari pemerintah terkait dengan upaya pencegahan Covid-19.
“Kalau di Jawa Tengah sudah ada 15 duta pondok pesantren, diharapkan bisa memberikan pembinaan bagi pondok pesantren di Jawa Tengah yang lain,” jelasnya dilansir RmolJateng.com.
Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menceritakan tokoh Islam yang berjasa di bidang kesehatan yakni Ibnu Sina. Menurutnya, Ibnu Sina merupakan pahlawan dari kalangan santri.
Selain itu, Gus Yasin juga mengingatkan perjuangan KH Hasyim Asy’ari melawan penjajah. Dia menilai, KH Hasyim Asy’ari juga pernah mengeluarkan resolusi jihad melawan penjajah.
“Temanya Santri Kuat Indonesia Kuat, maka itu santri diingatkan bahwa pernah punya pahlawan, yakni Ibnu Sina. Santri bisa berperan dalam melawan Covid-19 dengan segala keterbatasannya. Saat ini alangkah baiknya jika dari pesantren muncul resolusi jihad melawan Covid-19,” tuturnya. [rojink]

