Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Inilah Suara Dua Profesor Soal Pendidikan di Masa New Normal
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Inilah Suara Dua Profesor Soal Pendidikan di Masa New Normal
NASIONAL

Inilah Suara Dua Profesor Soal Pendidikan di Masa New Normal

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 14/07/2020 5 Min Read
Share
ilustrasi TheColumnist

PESANTREN | Bandung–Pandemi Covid-19 telah memaksa kita semua, termasuk kalangan pendidik dan lembaga pendidikan Islam untuk berubah. Proses pembelajaran yang biasanya on campus dengan cara tatap muka, kini harus dilakukan secara online.

- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Tapi, prinsipnya pendidikan harus menyampaikan tiga aspek yaitu kognitif, psikomotik dan afektif semua bisa berjalan optimal. “Aspek kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan) bisa dilakukan secara online. Guru atau dosen memberikan materi atau bahan ajar secara online. Tapi, di bidang afektif ( dan sikap atau akhlak)  kepada peserta didik tak semua selesai dengan pembelajaran secara online,” kata Direktur Pasca Sarjana UIN Walisongo Prof. Dr. Abdul Ghofur dalam webinar kerja sama UIN Walisongo dan Uninus, Senin (14/7).

Menurut Prof. Ghofur, menjelang era new normal ini, para pendidik dan dosen harus bisa merubah mindset atau pola fikir. “Ke depan, guru harus bisa menyampaikan mater ajar dengan baik, sekaligus menanamkan nilai sikap dan perilaku atau akhlak yang baik ke peserta didik.”

“Ini (transfer of kowledge sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak)  kepada peserta didik tidak mudah. Apalagi di tengah dinamika global yang serba canggih dan online sekarang. Tapi sebagai guru/dosen harus bisa melakukan itu sebagai wujud tanggung jawab profesi, sekaligus membangun generasi muda yang baik dan unggul di masa depan,” kata guru besar bidang pendidikan itu.

Bukan hanya itu, menurut Prof. Ghofur, kukrikulum atau konten yang disampaikan dalam pendidikan di era online juga sudah berbeda. “Kurikulum pendidikan juga harus dinamis dan luwes sesuai dinamika dan tuntutan masyarakat, orang tuah bahkan dunia usaha yang berkembang kian cepat,” pinta Prof Ghofur.

Menurutnya, menjadi guru/ dosen di era new normal harus makin kreatif dan inovatif. Mereka dituntut bisa mengajar dan memacu motivasi belajar anak didik, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang utama kepada mereka.

“Sebagai umat Islam, tentu patokan dan sumber segala nilai  kita adalah Al Quran dan Sunnah Nabi Saw. Pendidikan harus mampu menghasilan sosok manusia yang unggul dan bisa mengatasi tantanganz aman, tapi tidak tercerabus dari nilai-nilai agamanya, yaitu Islam yang kaffah,” papar Prof Ghofur.

Peran Orang Tua atau Keluarga

Pada kesempatan sama, Prof.Dr. Fatah Syukur,M.Ag dari UIN Walisongo menambahkan, di era new normal serta proses pembelaran jarak jauh (online), maka peran sekolah atau kampus akan semakin kurang. Guru tak bisa sepenuhnya bisa mengawasi dan menanamkan nilai-nilai akhlak kepada anak didiknya. “Apalagi, dengan sistem belajar online, anak-anak justru lebih banyak di rumah bersama orang tua atau keluarganya,” kata dia serius.

Dalam kondisi seperti itu, menurut Prof. Fatah Syukur, maka peran dan fungsi keluarga harus diperkuat. “Orang tua, kakak atau anggota keluarga lainnya harus bisa berperan sebagai pendidik dan fasilitator bagi anak-anak dalam belajar di rumah,” katanya dalam sesi webinar yang dipandu Dr. Muhammad Rozikin dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

“Belajar dengan sistem online, anak tak cukup dikasih gadget atau laptop serta pulsa yang cukup. Masih perlu pendampingan dari orang tua, terutama bagi anak-anak usia SD-SMP. Orang tua harus bisa menjadi “guru yang baik” sekaligus teman bermain di rumah,” pinta Prof. Fatah Syukur.

Anak-anak, menurut dia, harus didampingi dan dipandu untuk tetap  bisa belajar dengan baik di rumah. Ada kalanya, mereka belum paham hanya belajar secara online atau menyimak pesan atau instruksi guru melalui media daring.

“Dalam kondisi tersebut, maka peran orang tua sangat dibutuhkan.Jangan biarkan anak belajar secara mandiri full, karena belum tentu semua materi pelajaran bisa dipahami dengan belajar dari rumah tersebut,”   kilah Prof. Fatah.

Jika adalah masalah, menurut Fatah Syukur, maka pihak siswa atau orang tua perlu segera berkomunikasi dengan baik ke pihak guru atau sekolah. “Apalagi, komunikasi dua arah itu kini bisa dilakukan secara online. Tapi, kaidah dan tata cara berkomunikasi antara siswa atau orang tua dengan sekolah atau gururnya harus dengan caranya yang baik,” kilah Fatuh Syukur.

Baik Fatah Syukur atau Abdul Ghofur sepakat,  pembelajaran secara online memang memberikan berbagam kemudahan dan keuntungan. Tapi, menanamkan nilai dan akhlak kepada siswa atau peserta didik tetap perlu.

“Disinilah peran guru dan orang tua semakin dibutuhkan. Bagaimana membina anak-anak berkomunikasi dan menjalin silaturahmi yang baik dengan guru dan sekolah harus menjadi prioritas utama,” tegas Abdul Ghofur. [rojin/bisnisnews.id]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

223 Pondok Pesantren Salafiyah Ditargetkan Dapat Akreditasi di Tahun 2024

RMI NU: Peta Jalan Kemandirian Pesantren Ditunggu-Tunggu

Kemenag Susun Naskah Akademik Pembentukan Ditjen Pesantren

HNW Tolak Pengkaitan Radikalisme dengan Masjid dan Pesantren

270 Kepala Desa Ikuti Pesantren Kilat yang Digelar Pemda Sumedang

TAGGED:pendidikan islampesantren
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Inilah Daftar 9 Pesantren di Kepri yang Terima Bantuan Operasional

12/10/2020
arah baru ekonomi pesantren
NASIONAL

Menag Dorong Sinergi Lintas Pesantren untuk Pemberdayaan Ekonomi

29/05/2023
Kesehatan

Jaga Kesehatan dengan Berolahraga Meriahkan Hari Santri

15/10/2024
NASIONAL

Wapres: Setop Kekerasan di Lembaga Pendidikan atau Pesantren

07/09/2022
KILAS PESANTREN

UNIDA Gontor dan Kopontren Sidogiri Sinergi Pengembangan Bisnis Pesantren

21/01/2024
Kesehatan

Bagaimana Sebaiknya Konsumsi Makanan Bergizi untuk Santri

17/10/2024
NASIONAL

Global Wakaf Gandeng YP3I Siap Garap 500 Hektar Lahan di Jawa Timur

29/10/2020
NASIONAL

Wapres: Pesantren Harus Terbuka Kembangkan Kolaborasi Ekonomi

18/11/2020
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?