PESANTREN | Jakarta–Indonesia Fundraising Award (IFA) 2020 menganugerahkan penghargaan spesial Tokoh Pendukung Gerakan Fundraising Indonesia kepada almarhum KH. Salahuddin Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Sholah. Penghargaan ini diberikan kepada beliau karena kiprahnya terhadap sosial kemanusiaan dan juga gerakan fundraising.
Direktur Institut Fundraising Indonesia, Arlina F. Saliman mengatakan, Gus Sholah merupakan tokoh panutan dalam bidang sosial kemanusiaan. Beliau juga merupakan tokoh yang semasa hidupnya aktif dalam dunia zakat, infak, sedekah dan wakaf di Indonesia.
Kiprahnya dalam dunia sosial kemanusiaan sangat banyak. Semoga semakin banyak tokoh-tokoh di Indonesia yang memiliki kepedulian seperti beliau,ungkap Arlina.
Perhatian Gus Sholah terhadap dunia fundraising di Indonesia juga diwujudkan dengan adanya inisiasi pembangunan rumah sakit dhuafa di kawasan Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Pada 2018, Rumah Sakit Hasyim Asyari Dompet Dhuafa-Ponpes Tebuireng dibangun.
Menurut Gus Sholah, pengelolaan rumah sakit ini adalah contoh penerapan nilai Islam dalam kehidupan karena mengangkat dan memberdayakan dhuafa yang sakit namun tidak memiliki biaya perawatan.
Kiprah Gus Sholah dalam dunia sosial dan kemanusiaan juga dibuktikan dengan mendirikan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Gus Sholah bahkan tidak merasa gengsi untuk belajar dan membuka diri ke berbagai lembaga zakat terkait dengan pengelolaan zakat umat.
Menurut istri Gus Sholah, Farida Salahuddin Wahid dalam wawancaranya bersama tim IFI, almarhum memang sejak muda sudah menyukai dunia sosial. Bapak ini tertarik dengan dunia kemanusian sejak sekolah. Di ITB, beliau pendiri Wanadri. Memang sangat senang berkecimpung di dunia sosial,”ujar Farida.
Menurut Farida, setelah menikah, pengabdian di Tebu Ireng tak membuatnya lupa tentang dunia sosial. Di akhir hayatnya, beliau sangat tertarik dengan membantu kaum dhuafa, sehingga terjalinlah kerja sama pembangunan rumah sakit dengan Dompet Dhuafa,ujar Farida.
Hingga di akhir hayatnya, perhatian Gus Sholah terhadap dunia sosial kemanusiaan sangat besar. Semoga semangat beliau akan terus diingat dan diestafetkan kepada generasi selanjutnya. Sosoknya akan selalu dikenang lama, sebagai panutan, inspirasi dan tauladan.
Putra Gus Sholah, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau akrab disapa Ipang Wahid mengatakan ddalam wawancaranya kepada IFI, sangat senang atas penghargaan yang diberikan untuk sang ayah.
Terima kasih kepada IFI yang telah memberikan penghargaan kepada Ayah saya. Semoga semakin banyak orang dapat berkontribusi lebih untuk Indonesia,ujar dia.
Menutu Ipang, dunia fundraising akhir-akhir ini menjadi hal yang diminati banyak orang, terlebih adanya pandemi saat ini yang memotivasi orang untuk bersedekah. Apalagi semakin banyak platform yang memudahkan berdonasi,ungkapnya.
Fundraising, ujar dia, membuat masyarakat menjadi lebih peduli kepada orang lain. Secara sosial ekonomi pun sangat berkontribusi nyata. Saat pandemi seperti ini, terdapat fundraising alat medis, itu sangat baik karena banyak orang tergerak untuk menggalang dana,”kata dia..
Ia juga menyebut, ayahnya berkawan baik dengan pendiri IFI, M.Arifin Purwakananta. Sehingga, semoga gelaran acara IFA yang digawangi IFI ini memberi banyak manfaat. Selamat atas diadakannya IFA semoga memberi banyak manfaat,ujar dia. [rojink]

