Suarapesantren.com |- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan kesiapannya untuk menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, pada 20 hingga 23 Juni 2026.
Forum nasional tersebut menjadi salah satu agenda penting bagi organisasi Nahdlatul Ulama dalam merumuskan berbagai langkah strategis menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat arah gerak organisasi menuju Muktamar ke-35 NU.
Sebagai wilayah yang dipercaya menjadi tuan rumah, PWNU Jawa Timur bersama panitia lokal dan panitia pusat terus mematangkan berbagai persiapan demi memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan memberikan manfaat besar bagi jamiyah Nahdlatul Ulama.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam rapat gabungan yang mempertemukan panitia pusat, panitia daerah, dan panitia lokal di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada Selasa (16/6/2026).
Kolaborasi Panitia Pusat, Daerah, dan Lokal
Rapat koordinasi yang digelar menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah seluruh unsur panitia. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis maupun substansi kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari.
Sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama hadir dalam rapat tersebut. Dari unsur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), hadir Rais PBNU H. Mohammad Nuh, Sekretaris Jenderal PBNU H. Saifullah Yusuf, serta sejumlah panitia pusat lainnya.
Sementara dari panitia daerah, turut hadir tim pengarah HM Faqih, Sekretaris Panitia Daerah KH M. Wafiyul Ahdi, dan berbagai unsur kepanitiaan lainnya yang terlibat dalam proses persiapan.
Adapun dari panitia lokal, kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso KH Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan lokasi penyelenggaraan kegiatan.
Kolaborasi antara panitia pusat, daerah, dan lokal dinilai menjadi faktor utama dalam menyukseskan pelaksanaan forum nasional tersebut. Sinergi yang terbangun memungkinkan berbagai kebutuhan teknis maupun logistik dapat dipersiapkan secara maksimal.
Persiapan Disebut Hampir Mencapai 100 Persen
Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jawa Timur, HM Mustain, menyampaikan bahwa seluruh persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan telah berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, koordinasi yang intensif antara PWNU Jawa Timur dan panitia lokal membuat berbagai kebutuhan acara hampir seluruhnya terpenuhi. Saat ini, fokus utama panitia adalah memastikan pelaksanaan berlangsung sesuai jadwal dan tanpa hambatan berarti.
“Intinya, PWNU Jatim siap support pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso, bahkan persiapan kami dengan panitia lokal sudah bisa dibilang hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan, mulai dari pembukaan munas dan sidang-sidang di Ploso (20-21/6), napak tilas muassis NU di Tebuireng (22/6), hingga penutupan di Bangkalan (23/6) yang insyaallah dihadiri Presiden,” kata Mustain. Seperti Dilansir jatim.nu.or.id
Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme panitia bahwa seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai target yang telah ditetapkan.
Selain kegiatan utama berupa sidang-sidang Munas dan Konbes, peserta juga akan mengikuti sejumlah agenda penting lainnya yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi Nahdlatul Ulama.
Napak Tilas Muassis NU Jadi Bagian Penting Acara
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Munas dan Konbes NU tahun ini adalah kegiatan napak tilas para muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Lokasi ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena berkaitan erat dengan perjalanan para ulama pendiri NU dalam membangun organisasi yang kini menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia.
Melalui kegiatan napak tilas, peserta diharapkan tidak hanya mengikuti forum musyawarah dan pembahasan organisasi, tetapi juga dapat memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri NU.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap langkah organisasi harus tetap berpijak pada prinsip-prinsip dasar yang telah dirumuskan oleh para ulama terdahulu.
Harapan Besar untuk Keputusan Strategis Organisasi
Ketua PWNU Jawa Timur KHM Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin berharap pelaksanaan Munas dan Konbes NU dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan yang memberikan dampak positif bagi organisasi.
Menurutnya, forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi wadah penting dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis yang akan menentukan arah perjalanan Nahdlatul Ulama di masa depan.
Ia menegaskan bahwa seluruh pembahasan harus tetap berlandaskan nilai-nilai perjuangan para ulama pendiri NU.
“Tentu dengan berlandaskan nilai-nilai, cita-cita, dan warisan para muassis NU sebagaimana termaktub dalam Qanun Asasi NU,” ucapnya.
Qanun Asasi NU selama ini menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas, karakter, dan arah perjuangan organisasi. Oleh karena itu, setiap keputusan yang dihasilkan dalam Munas dan Konbes diharapkan tetap sejalan dengan semangat dasar yang diwariskan para muassis.
Optimisme Menyongsong Muktamar Abad Kedua NU
Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Gus Kikin juga menyampaikan optimisme terhadap suksesnya pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026.
Menurutnya, dukungan seluruh warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin menjadi modal besar untuk menjadikan forum tersebut berjalan produktif dan penuh keberkahan.
Ia meyakini bahwa semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas NU akan mampu menghadirkan suasana musyawarah yang konstruktif, sehingga menghasilkan keputusan yang membawa manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Lebih jauh, hasil Munas dan Konbes diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyongsong agenda yang lebih besar, yakni Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
“Serta dapat memperkuat langkah NU dalam menyongsong Muktamar ke-35 yang merupakan Muktamar Abad Kedua NU,” pungkas Gus Kikin.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Munas dan Konbes tahun ini memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari proses persiapan menuju era baru perjalanan Nahdlatul Ulama. Dengan persiapan yang hampir rampung dan dukungan penuh dari berbagai elemen organisasi, pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 diharapkan tidak hanya berjalan sukses secara teknis, tetapi juga menghasilkan gagasan-gagasan besar yang mampu memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat, bangsa, dan dunia pada masa mendatang.

