Suarapesantren.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang pembinaan bagi masyarakat lanjut usia, hadirnya Pesantren Lansia Huma Itah Kea (Humikea) di Kota Palangka Raya mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Lembaga yang berdiri di Kompleks Hasanka Boarding School, Jalan Seth Adji, tersebut dinilai menjadi inovasi baru dalam upaya meningkatkan kualitas hidup para lansia.
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, memberikan apresiasi atas berdirinya Humikea yang dalam bahasa lokal berarti “Rumah Kita Juga”. Menurutnya, kehadiran pesantren lansia ini bukan sekadar menyediakan tempat tinggal, melainkan menawarkan konsep pembinaan yang lebih menyeluruh bagi para penghuni.
“Keberadaan lembaga ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendasar para lansia yang ingin menjalani masa tua dengan lebih tenang, bahagia, dan bermakna, tidak hanya sekadar beristirahat, tetapi terus mengembangkan diri,” katanya, Selasa 2 Mei 2026. dilansir dari rri.co.id
Menggabungkan Pendidikan, Keagamaan, dan Aktivitas Sosial
Ansyari menilai Humikea memiliki konsep yang berbeda dibandingkan fasilitas lansia pada umumnya. Lembaga ini mengintegrasikan pendidikan, pendalaman keagamaan, serta berbagai aktivitas sosial dalam satu wadah yang terpadu.
Model pembinaan tersebut dinilai mampu membantu para lansia tetap aktif, produktif, dan memiliki ruang untuk terus berkembang meski telah memasuki usia senja. Selain memperkuat aspek spiritual, para penghuni juga diberi kesempatan untuk berinteraksi, belajar, dan berbagi pengalaman dengan sesama.
Pesantren lansia ini diketahui diinisiasi oleh Anggota Komisi II DPR RI, Iwan Kurniawan, melalui Yayasan Huma Itah Kea. Kehadirannya diharapkan menjadi alternatif bagi para lansia yang ingin menikmati masa tua dalam lingkungan yang nyaman sekaligus mendukung pengembangan diri.
Dorong Lansia Tetap Berdaya dan Dihargai
Lebih lanjut, Ansyari menjelaskan bahwa Humikea menghadirkan berbagai program terstruktur yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuninya. Program tersebut meliputi pembelajaran agama, pengembangan keterampilan, penguatan mental dan spiritual, hingga kegiatan sosial yang mempererat hubungan antarwarga lansia.
Menurutnya, pendekatan tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana masih banyak lansia yang memiliki semangat untuk berkarya dan berbagi pengalaman, namun belum memiliki wadah yang sesuai.
“Kehadiran Humikea menjawab kebutuhan masyarakat. Ini menjadi tempat yang tepat agar para lansia tetap bisa berdaya, bermanfaat, dan merasa dihargai di masa tuanya. Langkah ini sangat positif dan kami sangat mengapresiasi inisiatif yang telah dilakukan,” ucapnya.
Menjadi Model Pembinaan Lansia di Masa Depan
Ansyari berharap keberadaan Humikea dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan layanan yang lebih humanis bagi masyarakat lanjut usia. Baginya, para lansia bukan hanya kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sumber pengalaman dan kebijaksanaan yang masih dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Dengan konsep yang menggabungkan pembinaan spiritual, pendidikan, dan aktivitas sosial, Humikea diharapkan mampu menjadi ruang yang nyaman bagi para lansia untuk menjalani masa tua dengan lebih bermakna, aktif, dan penuh kebahagiaan.

