Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Gema Muharram Bersholawat di Pandeglang, MBG dan Perlindungan Anak Digital Jadi Sorotan
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Gema Muharram Bersholawat di Pandeglang, MBG dan Perlindungan Anak Digital Jadi Sorotan
NASIONAL

Gema Muharram Bersholawat di Pandeglang, MBG dan Perlindungan Anak Digital Jadi Sorotan

Salma
Salma Published 07/05/2026 7 Min Read
Share
Suasana acara sosialisasi program pemerintah di Pondok Pesantren Malnu Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
dok. antaranews.com

Pemerintah terus memperluas sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke berbagai daerah dan lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren. Salah satu kegiatan terbaru digelar dalam acara bertajuk “Gema Muharram Bersholawat: Makan Bergizi Gratis untuk Generasi Indonesia Sehat di Era Digital” yang berlangsung di Pondok Pesantren Malnu Menes, Senin (30/6).

Daftar Isi
Program MBG Dinilai BersejarahPeran SPPG dalam Distribusi MakananPesantren Jadi Bagian Penting ProgramEdukasi Digital dan Perlindungan AnakMenuju Generasi Sehat dan Cerdas
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda. Tidak hanya membahas soal makanan sehat, acara ini juga mengangkat isu perlindungan anak di era digital yang kini menjadi perhatian serius pemerintah.

Acara yang berlangsung di lingkungan pesantren itu dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, santri, hingga perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Kehadiran program sosialisasi di pesantren dinilai penting karena pondok pesantren merupakan salah satu lingkungan pendidikan yang memiliki jumlah peserta didik cukup besar di Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi Persandian dan Statistik Kabupaten Pandeglang, TB Nandar Suptandar, menegaskan bahwa pemenuhan gizi menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas.

“Makanan bergizi merupakan pondasi penting bagi anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat menghadapi tantangan zaman, termasuk di era digital saat ini,” kata TB Nandar Suptandar sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Selasa. ungkapnya seperti Dilansir antaranews.com.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga berhubungan dengan kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.

Program MBG Dinilai Bersejarah

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, menjelaskan bahwa Program MBG memiliki cakupan penerima manfaat yang sangat luas.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu kebijakan terbesar pemerintah dalam bidang pemenuhan gizi sejak Indonesia merdeka.

“Baru pertama kali dalam sejarah Indonesia merdeka selama hampir 80 tahun, ada program makan bergizi gratis yang menjangkau seluruh kelompok penerima manfaat yaitu anak TK, SD, SMP, SMA, SLB, pondok pesantren, sekolah keagamaan, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita,” ia menjelaskan.

Program MBG memang dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dalam aspek gizi. Tidak hanya anak sekolah umum, program ini juga mencakup lingkungan pesantren dan sekolah berbasis keagamaan yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mendapatkan akses layanan serupa.

Selain itu, perhatian terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas kesehatan generasi sejak usia dini.

Peran SPPG dalam Distribusi Makanan

Agar program berjalan optimal, pemerintah terus meningkatkan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit ini memiliki peran penting dalam proses penyediaan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Tengku Syahdana menjelaskan bahwa kecepatan distribusi menjadi salah satu aspek utama yang harus diperhatikan agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Makanan harus dikonsumsi maksimal dua jam setelah dimasak. Masih ada kendala teknis di lapangan, namun kita terus lakukan edukasi kepada guru, peserta didik, dan satuan pendidikan agar makanan segera dimakan setelah sampai di sekolah,” ia menjelaskan.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pelaksanaan program berskala nasional tentu menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan. Mulai dari distribusi makanan, pengaturan waktu, hingga edukasi kepada penerima manfaat menjadi bagian penting agar tujuan program benar-benar tercapai.

Karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem distribusi agar makanan yang diterima tetap higienis, aman, dan layak konsumsi.

Pesantren Jadi Bagian Penting Program

Keterlibatan pondok pesantren dalam program MBG dinilai memiliki dampak besar karena jumlah santri di Indonesia sangat besar dan tersebar hingga ke pelosok daerah. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren juga memiliki peran sosial yang kuat dalam membentuk karakter generasi muda.

Dengan masuknya pesantren sebagai bagian penerima manfaat, pemerintah berharap tidak ada kesenjangan dalam akses pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia.

Program ini juga diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pangan di lingkungan pesantren, terutama bagi santri yang tinggal dan belajar penuh di asrama.

Edukasi Digital dan Perlindungan Anak

Selain membahas gizi, pemerintah juga memanfaatkan momentum sosialisasi tersebut untuk memberikan edukasi mengenai keamanan digital bagi anak-anak dan remaja.

Dalam acara tersebut, pemerintah turut menyampaikan informasi terkait pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau yang dikenal dengan PP Tunas.

Aturan ini bertujuan memperkuat perlindungan anak di ruang digital yang kini semakin rentan terhadap berbagai ancaman.

Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Very Radian Wicaksono, menjelaskan bahwa aturan tersebut menyasar berbagai platform digital termasuk media sosial.

“Aturan ini menyasar platform digital termasuk media sosial,” kata Very Radian Wicaksono.

Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan ruang digital yang lebih aman dan sehat.

“Kita ingin melindungi anak-anak dari kejahatan digital seperti pornografi, bullying, dan judi online. Dengan adanya screening dan persetujuan orang tua, anak-anak bisa lebih aman dan kreatif di dunia maya,” ia menjelaskan.

Langkah ini dinilai penting mengingat penggunaan internet dan media sosial di kalangan anak-anak semakin tinggi. Tanpa pengawasan yang baik, ruang digital dapat menjadi tempat munculnya berbagai ancaman yang membahayakan perkembangan anak.

Menuju Generasi Sehat dan Cerdas

Melalui sosialisasi seperti ini, pemerintah ingin membangun kesadaran bahwa kesehatan fisik dan keamanan digital merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membentuk generasi masa depan.

Program MBG tidak hanya dipandang sebagai bantuan makanan semata, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dengan dukungan pesantren, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan era digital secara bijak dan bertanggung jawab.

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Bersama DPRD, Pemprov Jatim Sahkan Perda Pesantren

Wapres Tegaskan Pesantren harus Jadi Pusat Peradaban Islam

Wamenag Apresiasi Program Pertanian Pesantren dari Serikat Tani Islam Indonesia

Kemenag Rilis Program Pesantren untuk Kerukunan dan Kesejahteraan Indonesia

Sebanyak 16 Club Sepak Bola Pondok Pesantren Ikuti Liga Santri 2 Darul Muttaqien

TAGGED:gizi anakPandeglangPondok Pesantren Malnu MenesPP Tunasprogram mbg
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

NASIONAL

Lima Pesantren di Singkil Terima Izin Operasional

02/04/2021
NASIONAL

Marwan Jafar: Pesantren Memerlukan Perhatian Sarana dan Prasarana

16/08/2020
raffi ahmad di jambore muslim
NASIONAL

Raffi Ahmad Bersama Ribuan Peserta Jambore Pramuka Muslim Diguyur Hujan

12/09/2025
Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah
NASIONAL

Santri Al-Furqon Tembus PTN Favorit, Bukti Sukses Beasiswa BAZNAS

05/06/2026
santri sehat
Kesehatan

Kesehatan Santri: Pentingnya Menjaga Kebugaran di Lingkungan Pesantren

28/03/2025
kunjungan perdana
NASIONAL

Kunjungan Perdana Kemenag Bulukumba di As’adiyah, Dorong Sinergi Pendidikan Pesantren

06/05/2026
NASIONAL

Dana Pihak Ketiga BSI di Lingkungan Pesantren sekitar Rp805 miliar

22/07/2023
Kejari Probolinggo
NASIONAL

Kejari Probolinggo Menerima Lulusan Pesantren sebagai Jaksa

24/10/2024
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?