Suarapesantren.com | Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan pelatihan “AI untuk produktivitas pesantren”. Pelatihan. ini membahas pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan layanan pendidikan di pesantren.
Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Nur Wijayaning, Hanson Prihantoro Putro (Dosen Jurusan Informatika FTI UII), dan M. Daffa Raihan, serta diikuti 142 peserta dari 61 pondok pesantren di Jawa dan Sumatra.
Pelatihan dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari, setelah pendaftaran dibuka selama dua hari dan langsung mendapat respons tinggi. Kegiatan berlangsung secara hybrid, bertempat di Auditorium Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII dan disiarkan secara daring melalui YouTube dan Zoom.
“Pelatihan ini digelar untuk menjawab kebutuhan mendesak pesantren terhadap transformasi digital, khususnya dalam pengelolaan administrasi, monitoring akademik santri, dan layanan Penerimaan Santri Baru,” terang Ketua Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika UII, Dr. Nur Wijayaning.
Menurutnya, pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai respons akademik terhadap kesenjangan kapasitas digital di lingkungan pesantren yang semakin relevan di era transformasi teknologi. Secara empiris, banyak pesantren masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan administrasi, monitoring akademik santri, serta layanan Penerimaan Santri Baru (PSB) yang efisien dan berbasis data.
Melalui pelatihan ini, PJJ Informatika UII menjalankan perannya dalam pengabdian dan hilirisasi keilmuan dengan mentransfer pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kecerdasan buatan dan sistem digital yang aplikatif, kontekstual, serta selaras dengan kebutuhan institusi pendidikan keagamaan.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional pesantren, tetapi juga memperkuat kualitas tata kelola pendidikan dan pengambilan keputusan berbasis data secara berkelanjutan.
Pelatihan dilakukan melalui sesi praktik langsung, lewat pemanfaatan AI generatif untuk pengolahan data akademik santri serta pembuatan chatbot layanan PSB berbasis platform no-code, dengan pendampingan tim asisten mahasiswa agar peserta dapat menghasilkan prototipe yang siap diterapkan.
Hanya dalam dua hari sejak pendaftaran dibuka, pelatihan “AI untuk Produktivitas Pesantren” yang digelar PJJ UII langsung mendapat respons luar biasa. Ratusan peserta dari puluhan pondok pesantren di Jawa dan Sumatra berebut kursi untuk mengikuti kegiatan ini.
“Antusiasme tinggi ini menunjukkan kebutuhan mendesak dunia pesantren akan transformasi digital dalam pengelolaan administrasi dan layanan pendidikan,” jelas Nur.[]

