Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Tradisi Makan Bareng di Pesantren dan Nilai Kebersamaan
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > NASIONAL > Tradisi Makan Bareng di Pesantren dan Nilai Kebersamaan
NASIONAL

Tradisi Makan Bareng di Pesantren dan Nilai Kebersamaan

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 28/05/2025 7 Min Read
Share
tradisi makan bareng di pesantren

SUARAPESANTREN.COM | Di balik kesederhanaan dan kesahajaan hidup santri di pesantren, ada satu tradisi yang mungkin bagi orang luar terlihat biasa aja, tapi ternyata penuh makna dan manfaat luar biasa—yaitu makan bareng. Atau dalam istilah pesantren, dikenal juga sebagai makan berjamaah, ngariung, atau nasi ambeng, tergantung daerahnya.

Daftar Isi
Apa Itu Makan Bareng di Pesantren?Bagaimana Cara Makan Bareng ala Santri? Apa Saja Manfaat Tradisi Makan Bareng di Pesantren?1. Melatih Rasa Kebersamaan2. Menumbuhkan Rasa Empati dan Peduli3. Mengasah Disiplin dan Adab4. Mengurangi Rasa Canggung dan Membangun Komunikasi5. Menghargai Makanan dan Hidup Sederhana6. Melatih Jiwa Gotong RoyongMakan Bareng dan Filosofi Kehidupan SantriMenu Favorit saat Makan BarengLebih dari Sekadar Kenyang
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Tradisi makan bareng di pesantren masih ada dan masih dijalankan hingga sekarang, terutama di pesantren-pesantren salaf atau pesantren tradisional yang masih memegang teguh nilai-nilai kebersamaan dan kesederhanaan.

Walaupun zaman terus berubah dan beberapa pesantren sudah punya kantin atau sistem makan prasmanan, masih ada pesantren yang tetap mempertahankan budaya makan berjamaah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Tradisi ini dianggap penting karena bukan hanya soal makan, tapi juga soal adab, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan lewat praktik sehari-hari.

Tradisi ini bukan sekadar soal ngumpul sambil ngunyah. Tapi juga jadi momen yang mengajarkan kebersamaan, keikhlasan, bahkan ilmu adab yang sering kali nggak kita dapet di ruang kelas. Penasaran seperti apa tradisi makan bareng ala pesantren dan apa aja manfaatnya buat para santri? Yuk, kita ulas bareng-bareng!

Apa Itu Makan Bareng di Pesantren?

Makan bareng di pesantren bukan seperti makan di kantin sekolah atau warteg biasa. Biasanya, santri akan duduk melingkar atau berderet, lalu makan dari satu wadah besar yang sama. Dalam satu nampan atau dulang, ada nasi dan lauk pauk yang dibagi rata. Nggak ada piring sendiri-sendiri, nggak ada sendok-sendokan. Semua makan pakai tangan, dengan cara yang sopan dan penuh tata krama.

Biasanya, tradisi ini dilakukan setiap hari, terutama di waktu makan siang atau malam. Tapi ada juga yang hanya menerapkannya saat hari-hari tertentu, misalnya malam Jumat atau ketika ada momen khusus seperti tasyakuran dan khataman.

tradisi makan bareng di pesantren

Bagaimana Cara Makan Bareng ala Santri?

Berikut ini langkah-langkah khas tradisi makan bareng di pesantren:

  1. Duduk Berjamaah

    • Santri duduk melingkar atau berjajar. Satu dulang biasanya untuk 4–6 orang. Duduknya rapi, sopan, dan nggak boleh sambil selonjoran.

  2. Berdoa Terlebih Dahulu

    • Sebelum menyentuh makanan, biasanya dipimpin doa bersama. Ini jadi pengingat bahwa makan adalah ibadah dan nikmat dari Allah.

  3. Makan Secara Tertib

    • Makan dilakukan dengan tangan kanan, ambil secukupnya dari bagian depan masing-masing. Nggak boleh nyodor tangan ke tengah dulang. Prinsipnya, ambil yang dekat, jangan serakah.

  4. Tidak Boleh Ribut

    • Saat makan, santri dianjurkan tetap tenang, tidak bicara kecuali perlu, dan menjaga adab. Nggak boleh sambil nyemil sambil bercanda lebay.

  5. Saling Menjaga Porsi

    • Meskipun satu nampan ramai-ramai, santri dilatih untuk berbagi. Makan dengan kesadaran bahwa temannya juga butuh. Jadi, tidak rakus, tidak rebutan.

  6. Berdoa Setelah Makan

    • Setelah selesai, doa penutup dibacakan, lalu nampan dibersihkan bersama-sama. Biasanya, yang dapet “jatah bersih-bersih” adalah yang paling terakhir selesai makan

 Apa Saja Manfaat Tradisi Makan Bareng di Pesantren?

Walau terlihat sederhana, banyak banget nilai positif dari kebiasaan makan bareng ini. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Melatih Rasa Kebersamaan

  • Makan bareng bikin para santri merasa jadi bagian dari satu keluarga besar. Nggak ada yang eksklusif. Semua duduk dan makan sama, nggak peduli anak ustaz atau anak pendatang.

2. Menumbuhkan Rasa Empati dan Peduli

  • Saat makan dari nampan yang sama, santri belajar untuk berbagi, nggak egois. Mereka jadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Porsinya secukupnya aja, biar semua kebagian.

3. Mengasah Disiplin dan Adab

  • Di pesantren, adab itu nomor satu. Lewat makan bareng, santri diajarkan disiplin waktu, sopan santun saat makan, dan menjaga kebersihan. Bahkan, ada santri yang baru belajar cuci tangan dengan baik saat masuk pesantren!

4. Mengurangi Rasa Canggung dan Membangun Komunikasi

  • Bagi santri baru, makan bareng jadi cara paling cepat untuk akrab. Obrolan kecil, saling sapa, bahkan saling bercanda sambil makan, semua jadi jembatan sosial yang alami.

5. Menghargai Makanan dan Hidup Sederhana

  • Karena makannya rame-rame dan menunya kadang seadanya, santri jadi lebih bersyukur. Mereka terbiasa makan dengan sederhana, nggak pilih-pilih, dan nggak buang-buang makanan.

6. Melatih Jiwa Gotong Royong

  • Selesai makan, bersih-bersih nampan dan tempat makan dilakukan bareng-bareng. Ada yang bawa ke dapur, ada yang cuci tangan rame-rame. Semua kerja sama tanpa komando berlebihan.

Makan Bareng dan Filosofi Kehidupan Santri

Kalau dipikir-pikir, tradisi makan bareng ini nggak cuma soal makanan, tapi juga jadi cermin bagaimana pesantren mengajarkan kehidupan. Nilai-nilai seperti:

  • Tawadhu’ (rendah hati): Karena semua makan bareng, tidak ada kasta dalam hidangan.

  • Qanaah (merasa cukup): Karena porsinya terbatas dan harus dibagi.

  • Tasammuh (toleransi): Karena harus sabar dengan karakter teman satu nampan.

  • Syukur dan sabar: Karena lauk kadang cuma tempe goreng dan sambal, tapi tetap dinikmati.

Menu Favorit saat Makan Bareng

Ngomong-ngomong soal makan bareng, ada beberapa menu yang biasanya jadi andalan dan legendaris di kalangan santri:

  • Tahu tempe bacem dan sambel: Kombinasi sejuta umat!

  • Sayur bening kangkung atau bayam: Ringan dan murah meriah.

  • Nasi uduk atau nasi liwet: Kalau ada hajatan atau malam Jumat, ini jadi menu istimewa.

  • Telur dadar kolosal: Satu telur dibagi buat 6 orang, tapi tetap nikmat!

  • Kerupuk remahan: Jangan remehkan! Ini penyelamat nasi polos.

Lebih dari Sekadar Kenyang

Tradisi makan bareng di pesantren bukan cuma perkara ngisi perut, tapi juga ngisi hati. Lewat makanan yang dibagi, santri belajar tentang hidup bersama, saling menghargai, dan hidup dalam kesederhanaan. Mungkin bagi kita di luar sana, makan ya makan aja. Tapi bagi para santri, tiap suapan dari dulang bersama itu punya makna lebih dalam.

Jadi, kalau kamu punya kesempatan berkunjung ke pesantren, dan diajak makan bareng rame-rame, terima aja dengan senang hati. Siapa tahu, kamu nggak cuma pulang kenyang, tapi juga pulang dengan hati yang lebih lapang.[]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Pesantren Muadalah

Kemenag Luncurkan Logo Hari Santri Nasional 2023

Sebanyak 7 Kiai dan Nyai Terima Beasiswa ke Jerman Kerjasama Kemenag-LPDP

Sekjen Kemenag: Pesantren Istiqlal Langkah Strategis Wujudkan Pendidikan Islam Integratif

Kota Depok Butuh 600 Guru Agama, Sebagian Direkrut dari Alumni Pesantren

TAGGED:makan bareng santritradisi pesantren
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

mui-bahas-pesantren-lansia
NASIONAL

Matangkan Konsep Pesantren Lansia Birul Walidain, KPRK MUI Hadirkan para Pakar

08/08/2024
NASIONAL

Bupati Kebumen akan Gratiskan Santri yang Mondok di Pesantren

07/03/2022
Menag Sebut Pesantren Miliki Peran Strategis dalam Pendidikan dan Pembinaan Kemanusiaan
NASIONAL

Menag: Pesantren Jadi Pilar Pembentukan Karakter dan Kerukunan Bangsa

06/07/2026
NASIONAL

Santri Innofest 2023, Sandiaga Dukung Terbangunnya Industri Kreatif dari Pesantren

01/11/2023
NASIONAL

Ketua Asosiasi Ma’had Aly Sebut Banyak Pihak Belum Paham UU Pesantren

03/12/2022
Menag Nasaruddin-Umar
NASIONAL

Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren menjadi Target Kemenag

14/11/2024
anang rikza
NASIONAL

Sekjen FPAG, Ustadz Anang Rikza: Pesantren Kembali ke Khittahnya

15/08/2023
dirjen pesantren
NASIONAL

Menteri Agama Usulkan Ada Dirjen Pesantren. Ini Alasannya

04/08/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?