Suarapesantren.com – Suasana penuh syukur dan khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Roudhotul Jannah Seterio, Kelurahan Seterio, Kecamatan Banyuasin III, saat menggelar Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Ke-3 sekaligus Wisuda Purna Santri MQS Tingkat Isti’dadiyah Ke-1, Jumat (26/6).
Momentum tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., yang memberikan apresiasi atas perkembangan pondok pesantren dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat.
Santri Diminta Terus Mengamalkan Ilmu di Tengah Masyarakat
Dalam sambutannya, Sekda Banyuasin berpesan agar para santri tetap istiqomah setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Ia menekankan bahwa ilmu agama yang telah dipelajari harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Jangan sampai setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren, ilmu yang telah dipelajari hanya berhenti di lingkungan pesantren. Ketika kembali ke rumah dan bermasyarakat, seluruh ilmu tersebut harus tetap diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sekda Banyuasin. dilansir dari banyuasinkab.go.id
Ia juga mengajak para santri untuk terus menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama berada di pesantren, seperti berdzikir, memperbanyak ibadah, serta menjaga akhlak sebagai bagian dari karakter seorang muslim.
Menjadikan Kehidupan Dunia sebagai Ladang Ibadah
Lebih lanjut, Erwin Ibrahim mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang taat tidak berarti harus meninggalkan kehidupan dunia. Justru setiap aktivitas sehari-hari hendaknya dijalankan dengan keimanan serta menghadirkan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.
Dengan demikian, pekerjaan, pengabdian, maupun aktivitas sosial akan bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang baik dan dijalankan sesuai ajaran agama.
Apresiasi bagi Pengasuh dan Orang Tua Santri
Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuasin maupun secara pribadi, Sekda menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Roudhotul Jannah atas dedikasi mereka dalam membangun pendidikan keagamaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pengasuh, ustaz, ustazah, serta orang tua santri yang selama ini berperan aktif mendukung proses pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
“Apapun niatnya, membangun pondok pesantren adalah bagian dari ikhtiar membangun karakter anak-anak kita. Semoga Pondok Pesantren Roudhotul Jannah semakin maju, berkembang, memiliki lebih banyak santri, serta terus menjadi cahaya dan pusat lahirnya generasi Qurani yang membawa manfaat bagi Banyuasin III khususnya, dan Kabupaten Banyuasin pada umumnya,” ujarnya.
Perkuat Sinergi untuk Melahirkan Generasi Qurani
Rangkaian tasyakuran dan wisuda berlangsung dengan penuh kekhidmatan serta dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Banyuasin III, Lurah Seterio, pengasuh pondok pesantren, para santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Peringatan Harlah Ke-3 dan wisuda perdana santri MQS Tingkat Isti’dadiyah ini diharapkan menjadi momentum mempererat sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Kolaborasi tersebut diyakini akan semakin memperkuat upaya mencetak generasi yang religius, berkarakter, serta memiliki daya saing untuk mendukung terwujudnya Banyuasin yang Bangkit, Adil, dan Sejahtera.

