Suarapesantren.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kolaka untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan pesantren. Bupati Kolaka H. Amri Jamaluddin menyerahkan bantuan senilai Rp1,6 miliar kepada 16 pondok pesantren di wilayahnya sebagai upaya mendukung pengembangan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Penyerahan bantuan berlangsung di Pesantren Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka, Kamis (22/10/2026). Setiap pesantren menerima bantuan sebesar Rp100 juta yang diserahkan langsung oleh Bupati kepada masing-masing pimpinan pesantren.
Dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendidikan, memperbaiki sarana dan prasarana, serta menciptakan lingkungan belajar yang semakin memadai bagi para santri.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka KH. Muhammad Duwana Said, Wakil Ketua Umum MUI Kolaka sekaligus Kabag Kesra Setda Kolaka H. Syaifuddin Mustaming, Sekretaris Umum MUI Kolaka Taufik Nur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka H. Muhammad Kadir Azis, pimpinan pondok pesantren, jajaran Pemerintah Kabupaten Kolaka, serta para santri.
Rp100 Juta untuk Setiap Pesantren
Bupati Kolaka yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kolaka menyampaikan bahwa bantuan kepada 16 pesantren tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan.
Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan fasilitas, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas proses pembelajaran di lingkungan pesantren. Dengan dukungan tersebut, pesantren diharapkan semakin optimal menjalankan perannya dalam mendidik generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Perhatian terhadap pesantren juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan dalam membangun kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian sosial para santri.
Hari Santri Jadi Momentum Menyongsong Indonesia Emas 2045
Dalam upacara peringatan Hari Santri 2026, H. Amri Jamaluddin bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dalam amanat tersebut, Hari Santri ditegaskan sebagai momentum untuk memperkuat semangat perjuangan, pengabdian, dan kontribusi santri dalam pembangunan bangsa. Santri diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, termasuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama dan menjaga tradisi pesantren, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta memiliki akhlak mulia, kemandirian, dan integritas,” tegasnya. dilansir dari kemenag.go.id
Pesan tersebut menekankan pentingnya membangun generasi santri yang mampu menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan dinilai perlu berjalan seiring dengan penguatan akhlak dan integritas.
Semangat ini juga memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tonggak pentingnya adalah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.
Anugerah Bakti Santri Apresiasi Kiprah Pendidikan Keagamaan
Selain penyerahan bantuan kepada 16 pesantren, peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Kolaka juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan Anugerah Bakti Santri.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Qur’an, serta mitra yang mendukung pengembangan pendidikan keagamaan.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dan memperkuat peran lembaga keagamaan di masyarakat.
Melalui penghargaan tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk mendukung pendidikan pesantren, baik melalui peningkatan fasilitas, pengembangan program pembelajaran, maupun pemberdayaan masyarakat.
Pesantren Didorong Adaptif dan Terus Berkontribusi
Bupati Kolaka berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki penguasaan ilmu agama yang kuat, mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki akhlak yang baik.
Menurutnya, pesantren mempunyai peran penting dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya siap menghadapi tantangan zaman, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kami berharap pesantren terus menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” harap Bupati Kolaka.
Penyaluran bantuan Rp1,6 miliar dan pemberian Anugerah Bakti Santri menjadi bagian dari dukungan Pemkab Kolaka terhadap penguatan pendidikan keagamaan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pesantren berkembang sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas sekaligus pusat pembinaan karakter dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan keterlibatan berbagai pihak, pesantren di Kabupaten Kolaka diharapkan semakin siap melahirkan generasi yang berilmu, mandiri, berakhlak mulia, dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

