Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: [REVIEW] Fathan Mubina, Pesantren Modern Nuansa Asri di Ciawi Bogor
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > REVIEW PESANTREN > [REVIEW] Fathan Mubina, Pesantren Modern Nuansa Asri di Ciawi Bogor
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Fathan Mubina, Pesantren Modern Nuansa Asri di Ciawi Bogor

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 12/06/2023 9 Min Read
Share
gerbang utama pesantren fathan mubina ciawi
gerbang utama pesantren Fathan Mubina Ciawi Bogor

SUARA PESANTREN | Bogor–“Ciawi buat berkah saja,” demikian pesan Drs Paisal Kamal kepada putranya KH. Chairuman Kamal, Lc., MA.

Daftar Isi
Tahun 1986 Merintis PesantrenMencari Santri ‘Buangan’ dari Pesantren LainFathan Mubina Kian Maju dan BerkembangFilosofi Fathan MubinaProfil Data Pesantren
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Ciawi, maksudnya adalah lembaga pendidikan Islam atau pesantren di bawah naungan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina yang berada di jalan Veteran Tapos, Ciawi Bogor.

Gagasan itu lahir dari seorang putra Betawi, Drs. H. Paisal Kamal. Sosok yang senang di jalur pendidikan ini kerap memberikan kursus keagamaan untuk orang dewasa di kediamannya di Cawang. Paisal juga pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) tanggal 28 Oktober 1969.

Kegiatan keagamaan bagi warga sekitar ini ternyata menjadi motivasi dirinya untuk membuka sebuah lembaga pendidikan Islam secara formal. Lalu ia mencari lahan untuk babat alas mendirikan lembaga pendidikan Islam.

Setelah mencari lahan di daerah adem, Sukabumi dan Bogor akhirnya Paisal menemukan lahan satu hektar di daerah Tapos, Ciawi Bogor. Tahun 1986, ia memulai pendidikannya dengan mendirikan Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

“Cuma satu hektar. Dari jalan raya sampai masjid itu. Dari situ bismillah, tidak ada siapa-siapa yang dikenal dengan modal Bismillah, tekad orang dulu memang beda,” kisah putra Paisal, Ustadz Chairuman saat ditemui beberapa waktu lalu di kediamannya.

wisuda pesantren fathan mubina
wisuda pesantren fathan mubina

Di bawah Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina, keempat lembaga ini terus dibangun. Namun sayang, berjalan beberapa tahun lembaga TK tidak berjalan dan akhirnya dipindah ke daerah Cawang tahun 1990.

“Respon masyarakat terhadap ibtidayah, tsanawiyah, aliyah masih kurang. Madrasah masih menjadi pilihan terakhir karena masyarakat masih memandang sebelah mata tentang madrasah,” kisahnya.

Ketika lembaga yang didirikan ayahnya berjalan, Ustadz Chairuman sedang menikmati pendidikan di Pesantren Darunnajah dan melanjutkan ke Program S1, Fakultas Syari’ah Islamiyah, Universitas Al Azhar, Kairo Mesir dan melengkapi Program S2, Kajian Islam, Ekonomi Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tahun 1986 Merintis Pesantren

Tahun 1986 Fathan Mubina sudah membuka pondok pesantren bagi para siswa yang belajar di Tsanawiyah atau Aliyah, namun minat para orangtua untuk memondokkan putra putrinya masih kurang, sehingga masih sebatas santri kalong, datang siang malam pulang.

“Sedangkan yang diharapkan oleh pendiri adalah pondok pesantren seperti Darunnajah dan Gontor. Bismillah, pada saat itu, pada tahun 2001, kita harus mencoba untuk merintis pesantren,” katanya.

Akhirnya setelah tamat dari Kairo, Ustadz Chairuman fokus mengembangkan Fathan Mubina. Dalam masa perintisan Pesantren Fathan Mubina ini, ada dua tahapan, fase rintisan dan fase pendirian.

Mencari Santri ‘Buangan’ dari Pesantren Lain

Fase perintisan, mulai merintisnya bukan dari santri luar tapi dari siswa terbaik yang mau mondok. “Alhamdulillah, saat itu pada tahun 2002 ada 15 santri putra dan putri. Mereka sekolah di Tsanawiyah, tapi tinggal di asrama yang ada di rumah saya,” jelasnya.

Jalan untuk memajukan pesantren melalui titik terang ketika tahun 2003, ia bertemu dengan Ustadz Mustolah Maufur. “Awalnya kita minta santri ‘buangan’ untuk mondok di Fathan Mubina karena masyarakat sekitar masih ragu dengan pesantren karena jaraknya dekat. Kita nawarin lagi sangat sulit untuk mereka tinggal kesana karena orang tuanya tidak mau atau sebaliknya,” paparnya.

Langkah mencari santri ‘buangan’ ia jalani setelah ada pengumuman dari beberapa pesantren di sekitar Bogor yang santrinya tidak lulus. Akhirnya ia mendapat 3 santri dari ratusan anak yang tidak lulus seleksi di lemabaga lain. Saat itu, ia mendapat 9 santri itupun sebagian dari keponakannya. Akhirnya Fathan Mubina mendapat santri 4 putra dan 2 putri ditambah 3 santri dari Tsanawiyah yang awalnya 15 santri.

“Tahun pertama kami hanya mendapatkan 9 santri setelah berjuang mencari anak didik yang bisa mondok di pesantren full, tidak lagi jadi santri kalong,” paparnya.

Tahun kedua, Fathan Mubina mencari strategi lain untuk menyerap anak didiknya. Ia pun memasang pariwara di sebuah media Islam agar Fathan Mubina bisa dikenal. Alhasil, pada tahun kedua berhasil menjaring 70 santri.

Secara kelembagaan, para santri yang belajar masih dibawah lembaga Tsanawiyah, namun kelasnya sendiri tidak bercampur dengan Tsanawiyah yang muridnya dari luar pondok. “Tujuannya untuk membedakan biar tidak kagok. Pondok berarti SMP, tsanawiyah pulang-pergi,” ujarnya. Akhirnya tahun 2004 dan 2005 ijin pendirian SMP dan SMA keluar.

“Waktu itu kelas sudah ada. Bangunan sudah ada. Itu tidak ada orangnya. Jadi banyak kelas kosong karena tidak ada santrinya. Kalau sekarang, banyak santri yang tidak banyak kelasnya. Sekarang yang antum lihat itu karena barokah santri tolabul ilmi,” tuturnya.

Fathan Mubina Kian Maju dan Berkembang

Seiring perjalanan waktu, dengan mengedepankan kualitas pendidikannya, Fathan Mubina yang awalnya mencari santri mengalami kesulitan hingga meminta data santri yang tidak lulus di lembaga lain. Kini, Fathan Mubina justru kerap menolak santri karena kuotanya yang sudah terpenuhi. “Dulu, nyari 40 anak aja sulit. Sekarang, kita sampai nolak-nolak peserta didik karena tidak ketersediaan fasilitas. Alhamdulillah seperti itu karena keberkahan pondok,” paparnya.

Perkembangan Fathan Mubina cukup mendapatkan tempat di hati umat Islam. Sekarang jumlah total santri ada sekitar 750 santri putra dan putri. Para guru yang membimbing para santri ada yang lulusan Madinah, Mesir, Pakistan, perguruan tinggi di Indonesia, alumni Darunnajah, Gontor dan Darul Ilmi.

Kini, Pesantren Fathan Mubina telah berhasil meluaskan lahan didiknya. Jika diawal hanya 1 hektar, kini sudah ada lahan 8 hektar lebih untuk pengembangan infrastruktur pondok. Banyak gedung sekolah yang dalam proses pembangunan.

“Saya bilang daerah sini, adalah mutiara yang baru diketemukan karena sebelumnya orang lewat sini, takut. Pas kita babad jalan, ternyata, baru tau kalau wilayah sini indah. Saya bersyukur banget,” ujarnya.

Petikan sang pendiri bahwa “Ciawi buat berkah saja” diterjemahkan oleh sang putra bahwa pendidikan Fathan Mubina harus memberikan banyak keberkahan bagi sekelilingnya. Hal ini diwujudkan dengan pemberian beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu.

Dari jumalh santri sebanyak 750 santri, Fathan Mubina memberikan pendidikan gratis kepada 100 santrinya. Tak hanya itu, bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah juga mendapatkan pendidikan gratis. “Alhamdulilah, doa-doa para santri insyallah memberikan keberkahan bagi kami, Fathan Mubina,” tuturnya.

Filosofi Fathan Mubina

Fathan Mubina diambil dari salah satu ayat di surat al-Fath. Sering orang betawi membaca itu dan memang nilai historisnya dan filosofinya sangat dalam. Karena Rasulullah kembali ke Makkah, semua Allah berikan kemudahan tanpa pertumpahan darah. Semua yang Allah berikan dalam Fathan Mubina adalah hasil dari sebuah proses yang dilaksanakan.

Selain karena  terinpirasi surat Al-Fath. Juga merupakan sebuah doa, semua yang berkaitan dengan Fathan Mubina memberikan kemudahan seperti halnya Rasullullah mendapatkan kemudahan. [fathurroji]

 

Profil Data Pesantren

Nama Pondok Pesantren Fathan Mubina
No. Statistik Pontren (NSP) 01.2.32.01.100.026
Luas Lahan 62.559 M2 terdiri dari:

·        2 Ha dengan status sertifikat hak milik

·        4,2559 Ha dengan status akta jual beli

·        2 Ha, status wakaf belum bersertifikat wakat

Tahun pendirian 1986
Mulai operasi ·        Non Asrama : Tahun Ajaran 1986/1987

·        Berasarama : Tahun Ajaran 2004/2005

Tingkat Pendidikan ·        Madrasah Ibtidaiyah

·        Madrasah Tsanawiyah

·        Madrasah Aliyah & Pondok Pesantren Modern

·        Sekolah Menengah Pertama IT

·        Sekolah Menengah Atas Islam

Alamat Jl. Veteran III ( Raya Tapos ) No. 23 A Ciawi Bogor, 16760 Telp. (0251) 245 291, 245 407 Fax. (0251) 244 327
  1. Data Pimpinan
Pengasuh H. Chairuman Kamal, Lc., M.A.
Pendidikan ·        Program S1, Fakultas Syari’ah Islamiyyah, Universitas Al Azhar, Mesir

·        Program S2, Kajian Islam, Ekonomi Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

 

 

 

 

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Pesantren Darussalam Rajapolah Gelar Kesyukuran Ke-17 dan Khataman 68 Santri Kelas Akhir

Alumni Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo Bentuk LBH IKA

[REVIEW] +8 Pondok Pesantren Unggulan Pilihan di Jawa Timur

Ganjar Kunjungi Pesantren Al Ihya Ulumuddin di Cilacap

[REVIEW] Pesantren Asshiddiqiyah Berawal dari Pondok Triplek Kini Santrinya 35 Ribu di 12 Cabang

TAGGED:Chairuman KamalDrs. H. Paisal Kamalfathan mubina ciawiosfama FMpesantren modern
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

pesantren al zaytun
NASIONAL

Kemenag akan Ambil Alih Pengelolaan Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu

20/07/2023
NASIONAL

UPI Kerja Sama dengan Pesantren Modern Dzikir Al-Fath Soal Pengembangan SDM

21/01/2024
NASIONAL

Menko PMK: Kaji Undang-Undang Pesantren dengan Peraturan Turunannya

07/09/2022
REVIEW PESANTREN

[REVIEW] Rekomendasi Pesantren Unggulan di Kota Lamongan Jawa Timur

15/07/2023
KILAS PESANTREN

Pesantren Modern IMMIM Salurkan Donasi untuk Warga Palestina melalui BAZNAS Sulsel

07/02/2024
pesantren mahasina
KILAS PESANTREN

IPNU/IPPNU Latih Kader NU di Pesantren Mahasina Bekasi

14/12/2023
kemandirian pesantren
NASIONAL

Stafsus Wapres Lukman Hakim: Arus Baru Ekonomi Berbasis Pesantren

16/05/2023
Pesantren Al Jauhar Martapura
KILAS PESANTREN

Perkuat Kualitas Guru, Pondok Modern Al-Jauhar Gelar Penataran Guru

22/04/2024
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?