Suarapesantren.com | Bogor – PT Rawabi Zam-Zam Tour & Travel (RZ Tour) akan memberangkatkan sebanyak 200 jamaah umrah pada musim keberangkatan Juli 2026. Berbeda dari rencana awal yang hanya menggunakan satu sesi penerbangan, mempertimbangkan banyak hal akhirnya keberangkatan dibagi menjadi dua kloter.
Direktur Utama PT Rawabi Zam-Zam Tour & Travel (RZ Tour), Ustadz Sidiq Herdiansyah, mengatakan bahwa pembagian kloter dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jamaah tetap optimal.
“Awalnya dibuat satu sesi satu pesawat, tapi akhirnya kami pecah menjadi dua kloter,” ujar Ustadz Sidiq Herdiansyah.
Sebanyak 100 jamaah akan mengikuti manasik pada 25 Juni 2026 dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 16 Juli 2026. Sementara 100 jamaah lainnya akan berangkat pada 24 Juli 2026 sebelum diberangkatkan menggunakan maskapai Saudia Airlines.
Dalam program umrah kali ini, jamaah tidak hanya menjalankan ibadah utama di Makkah dan Madinah, tetapi juga mendapatkan paket ziarah yang lebih lengkap selama sembilan hari.
“Selama 9 hari kita full ziarah dari Kota Makkah, Kota Madinah termasuk di luar rute Makkah dan Madinah, seperti ke Thaif, makam syuhada Badar, full program,” jelasnya.
Selain keberangkatan jamaah reguler, RZ Tour juga berencana kembali memberangkatkan puluhan marbot masjid untuk melaksanakan ibadah umrah pada September 2026 mendatang.
“Kita dapat lagi September, kita akan memberangkatkan 70 marbot untuk umroh,” kata Ustadz Sidiq.
Apresiasi Pemerintah dan Tokoh Islam
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Sidiq juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bogor dan para tokoh agama yang selama ini turut mendorong penguatan syiar serta edukasi keagamaan di masyarakat.
Menurutnya, perhatian yang diberikan kepada para ulama, kiai, dan pimpinan organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, MUI, hingga Mathla’ul Anwar menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan keagamaan yang sehat dan kuat di tengah masyarakat.
“Insyallah para kiai Khos di wilayah Bogor juga akan turut serta dalam perjalanan umroh bersama RZ Tour,” ungkapnya.
Kenaikan Biaya Penerbangan Berpengaruh pada Paket Umrah
Di tengah tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci, industri perjalanan umrah juga menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya penerbangan yang berdampak pada harga paket perjalanan.
Ustadz Sidiq menegaskan bahwa pihaknya selalu menyampaikan kondisi tersebut secara terbuka kepada calon jamaah.
“Tarif naik, kita mengalami kenaikan, dan kita sampaikan apa adanya bahwa kondisi penerbangan begitu adanya,” ujarnya.
Edukasi Umroh Harus Diperkuat
Lebih lanjut, Ustadz Sidiq menyoroti maraknya kasus penipuan perjalanan umroh yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk di wilayah Bogor. Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak karena dampaknya tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan psikologis korban.
“Jamaah umroh banyak tertipu dengan oknum agensi nilainya ratusan juta. Untuk itu edukasi umroh di Bogor harus ditingkatkan,” katanya.
Ia menilai pemerintah perlu melihat persoalan tersebut sebagai fenomena yang harus dibenahi melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar lebih memahami cara memilih penyelenggara perjalanan ibadah yang resmi dan terpercaya.
Menurutnya, dampak penipuan umrah bisa sangat luas, mulai dari terganggunya kondisi ekonomi keluarga hingga menimbulkan tekanan sosial di lingkungan masyarakat.
“Ironisnya bahkan ada yang bunuh diri dari penipuan ini. Efeknya kepada keimanan, ekonomi, sosial. Akhirnya malu kepada masyarakat sekitar dan tidak kuat melakukan bunuh diri karena lemahnya iman, dan ini tugas para tokoh masyarakat serta ulama untuk menguatkan iman mereka,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah, tokoh agama, hingga masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi dan edukasi umroh agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang.[]

