Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Reading: Kisah Abah Umar, Alumni Pesantren Al-Amin Kediri Sukses Kelola Restoran di Madinah
Share
Font ResizerAa
Suara Pesantren — Media Pesantren IndonesiaSuara Pesantren — Media Pesantren Indonesia
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
Search
  • Home
  • Kirim Artikel
  • Nasional
    • 100 Th Gontor
    • Wejangan
    • Tuntunan
    • Muamalah
    • Regulasi
    • Kesehatan
  • Kilas Pesantren
  • Review Pesantren
  • Jejak Ulama
  • Kiai-Ustadz
  • Santri-Alumni
  • Pendidikan Islam
    • Beasiswa
Have an existing account? Sign In
Suara Pesantren — Media Pesantren Indonesia > Blog > SANTRI-ALUMNI > Kisah Abah Umar, Alumni Pesantren Al-Amin Kediri Sukses Kelola Restoran di Madinah
SANTRI-ALUMNI

Kisah Abah Umar, Alumni Pesantren Al-Amin Kediri Sukses Kelola Restoran di Madinah

Suara Pesantren
Suara Pesantren Published 30/05/2024 7 Min Read
Share
abah umar
Muhammad Sarwoni Thoyyibi, akrab disapa Abah Umar, owner Medina Asian Restaurant. (Dok. DutaIndonesia.com)

SUARA PESANTREN | Jakarta–Restoran Medina Asian Restaurant menyajikan masakan khas Indonesia. Seluruh masakan tersebut dijamin memenuhi citra rasa nusantara, sebab diracik oleh juru masak asal Cilacap, Jawa Tengah, bernama Muhammad Sarwoni Thoyyibi, yang akrab disapa Abah Umar.

Daftar Isi
Ujian saat Wabah CovidHijrah ke Arab SaudiBerkah Doa Kiai
- Advertisement -
jasa sosialisasi pesantren

Abah Umar selalu mempertahankan kualitas masakan yang disajikan di restoran miliknya dengan mengedepankan citra rasa dari bumbu yang didatangkan langsung dari Indonesia termasuk cabai setan segar, bawang hingga bumbu lainnya untuk menghasilkan bakso yang sesuai lidah orang Indonesia.

Saat ini, omzet restoran mencapai Rp 100 juta rupiah. Bahkan pada moment tertentu, restorannya bisa mencapai omzet lebih dari Rp 100 juta. Meski masakan Abah Umar banyak digemari orang Indonesia dan Asia, terutama jamaah umroh dan jemaah haji Indonesia, tapi Abah Umar belum mau terlibat catering layanan haji. Padahal keuntungan dari bisnis layanan catering jamaah haji sangat besar.

Dok. Foto Beritasatu.com

“Saya belum sanggup karena kapasitas dapur belum memadai untuk dapat memenuhi layanan ribuan jamaah haji Indonesia. Saya juga harus menjaga kualitas masakan. Saya tidak mau sekedar menerima order tapi kualitas rasa masakan tidak terjamin ,” tutur Abah Umar seperti dilansir DutaIndonesia.com.

Retoran Abah Umar berkembang pesat. Saat ini mempekerjakan 23 orang yang didominasi orang Indonesia. Abah Umar telah membuka cabang di sejumlah lokasi di Madinah. Salah satunya adalah dekat dengan pintu 338 Masjid Nabawi. Di tempat itu, warung Abah Umar juga digemari jamaah Indonesia.

Abah Amar adalah santri KH Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI Pusat dan Wakil Rais Aam PBNU. Abah Umar pernah mondok di Pesantren Al-Amin, Kota Kediri, yang diasuh langsung oleh KH Anwar Iskandar. Di pondok tersebut, selain belajar agama, Abah Umar pernah menjadi juru masak pondok. Ia memasak untuk melayani kebutuhan makan ribuan santri di pondok tersebut.

Usai mondok, Abah Umar berkelana ke sejumlah daerah di Indonesia bahkan berbagai negara, hingga ”terdampar’ di kota Rasulullah, Madinah. Dalam perjalanan hidup bapak tiga anak ini, mengalami pahit getir kehidupan. Bahkan, Abah Umar pernah disangka orang gila karena memakai pakaian compang camping. Ia tidak punya apa-apa. Baju pun hanya yang melekat di tubuh.

Sebelum menetap di Madinah, pria yang sudah fasih berbasa Arab ini pernah tinggal di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan selama 30 tahun. Di kawasan elite itu, sebenarnya Abah Umar pernah sukses berjualan pisang goreng pakai gerobak. Saking larisnya pisang goreng buatan Abah Umar, datang investor untuk memodali membuka 26 cabang di sejumlah daerah di Jakarta.

Foto dok. Surya.co.id

Ujian saat Wabah Covid

Sampai wabah Covid-19 datang melanda Indonesia. Kebijakan pemerintah yang melarang kerumunan, akhirnya dagangan Abah Umar pun satu per satu bangkrut. Umar pun menganggur selama beberapa bulan. Abah Umar hidup di jalanan. Tidur pun di sembarang tempat, seperti emperan toko, pasar dan sebagainya. Untuk menghidupi keluarga, Abah Umar menjual satu per satu barang miliknya hingga hanya punya pakaian melekat di badan.

“Melamar menjadi tukang sapu jalanan yang dibayar sehari Rp 3 ribu pun gak diterima. Apa yang saya punya saya jual, barang-barang hasil jualan pisang goreng habis dijual, termauk baju, tas dan sepatu. Sebagian buat makan. Sebagian buat ongkos cari kerja,” kenang Abah Umar.

Akhirnya, Abah Umar mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga seorang pengusaha bernama Didik Kusnadi, yang pernah mengerjakan desin interior pasar Jaya, Blok M.

“Di rumah itu, pekerjaan saya, nyuci mobil, nyapu, bersih-bersih rumah dan sebagainya,” katanya. “Kebetulan, istri pak Didik punya usaha makanan, beliau mengajari saya masak,”tambahnya.

Hijrah ke Arab Saudi

Sampai akhirnya, Abah Umar memutuskan pergi ke Arab Saudi. Tujuan pertamanya, Mekkah al Mukaromah. Pergi ke Arab Saudi memang sudah menjadi keinginan Abah Umar sejak menjadi santri di pondok pesantren Abah Yai Anwar Iskandar.

“Ada tiga kota yang saya rindukan untuk dikunjungi sejak di pondok, yaitu Masjidil Haram Makkah, Masjidil Aqso dan Masjid Nabawi, Madinah. Dan ternyata Allah membawa saya terdampar di Madinah,” katanya.

Menurut Abah Umar, Madinah lebih damai dibanding dua kota impiannya itu. Di Madinah Abah Umar merasa seperti di kampung sendiri.

“Saya merasa nyayan, tenteram dan relaksasi . Banyak bertemu dengan orang-orang baik di sini (Madinah),” kata Umar.

Enam bulan pertama di Madinah, Abah Umar lontang-lantung tanpa pekerjaan. Sampai bertemu orang Arab, pengusaha travel, mengajak kerja sama mendirikan rumah makan masakan Indonesia. Abah Umar memulai usaha dari tiga orang karyawan hingga kini memiliki 23 karyawan, berasal dari Indonesia dan Bangladesh.

Sekarang, terutama pada sore sampai malam hari restorannya yang berada di Kawasan Jabal Uhud cukup ramai pengunjung. Bukan hanya warga negara Indonesia, warga negara Asia lainnya, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei juga kerap mampir di ‘warung’ Abah Umar.

Berkah Doa Kiai

Abah Umar bercerita kunci suksesnya adalah usai shalat fardu ia mengamalkan doa-doa yang diijazahkan dari kiai, utamanya KH Anwar Iskandar. Amalan itu, adalah baca sholawat 1.000 kali serta kirim Al-Fatihan dari Kanjeng Nabi Muhammad, para ulama dan guru-guru serta orang tua kita.

“Saya sering bersilaturahmi kepada guru-guru. Lalu saya ikuti nasihat nasihat dan pesan para guru, meski kadang nasihat itu terdengar tidak enak di telinga. Tapi saya sami’na wa atho’na,” ungkap Abah Umar.

Abah Umar juga memboncorkan kunci sukses lainnya, yaitu cinta kasih. Setelah melanglang buana ke berbagai negara, Abah Umar mendapat banyak pelajaran kunci sukses manusia adalah cinta kasih.

“Kita harus memberi cinta kasih kepada sesama tanpa memandang agama. Mereka juga ciptaan Allah. Kita harus bantu mereka terutama membantu kepada orang lapar,” ucap Abah Umar.

Begitu juga orang yang punya profesi dan keterampilan juga harus diamalkan. Jadi harus memahami. Minimal memberi jalan bagi sukses orang lain.

Ketika ditanya motivasi terbesar di Madinah? Laki-laki asli Cilacap ini, sambil menahan tangis, berkata, “Saya ingin meninggal di Madinah. Kota di mana Rasulullah dimakamkan,” pungkasnya.[]

⇒Berita Seputar Pesantren. Kunjungi dan Follow Kami di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

You Might Also Like

Santri Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Raih Posisi Runner Up pada ISDC 2023 di Qatar

Ulfa, Santriwati Al-Amien Prenduan Raih Juara Dua Cipta Puisi Tingkat Nasional

Serda Rizki Adam Selalu Ingat Saat Nyantri

Dua Santri Pesantren Daarul Abror Dapat Laptop dari Gubernur Babel, Ini Sebabnya

Pasangan Alumni Gontor ini Hadiri Simposium Islamic Art History di Qatar

TAGGED:abah umarMuhammad Sarwoni Thoyyibirestoran asia di medianhsukses muslim
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Jasa pembuatan website SEO

Follow US

Yuk Join Sosial Media
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

10 Berita Pilihan

Seputar Pesantren
memegang bara api

 Memegang Agama Terasa seperti Menggenggam Bara Api

Suara Pesantren Suara Pesantren 08/10/2026
Dulu Santri Panutan, Sekarang Lupa Jalan
Inilah 10 Tips Liburan Wisata Halal ke Eropa Barat Biar Berkesan
Ibadah Umroh Bersama Khadim Wisata, Travel Resmi di Bogor
Prabowo Gaungkan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor
Prabowo Apresiasi Nilai-nilai Pendidikan Pondok Modern Gontor
KKN-T Universitas Alma Ata Bekali Siswa SMA Ma’arif 1 Srumbung Cara Hindari Scam Digital
Inspirasi Gamis Muslimah Syar’i dengan Detail Feminin 
7 Alasan Menarik Mengapa Kuliah Kedokteran di Luar Negeri Jadi Pilihan Terbaik! 
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Jasa Blogroll & Publikasi

  • Suara Muslim
  • Seputar Masjid
  • Seputar Halal
  • Seputar Kuliner
  • Seputar Kesehatan
  • Promo UKM
  • Wisata Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Seputar Rumah
  • Seputar Keamanan
  • Kota Surabaya
  • Info Nasional
  • Info Perkotaan
  • Info Bekasi
  • Market Daily
  • Berita Santai
  • Berita Tekno
  • Portal Mahasiswa
  • Media Outsourcing
  • Kirim Artikel
  • Pendidikan
  • Bisnis Daily

‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات ‎اَلسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Salam Fathan Mubina, Salam Kemenangan…!
Kepada Ayah Bunda, yang Disayangi Allah SWT

Sebagai wujud kecintaan dan dukungan dakwah pendidikan melalui *Pesantren Ciawi Bogor Fathan Mubina*…
Kami dari Panitia Penerimaan Santri Baru ingin menyampaikan informasi ini sebagai pengingat dalam penyebaran informasi pendaftaran lembaga pendidikan yang berada dibawah asuhan Yayasan Pembangunan Umat Fathan Mubina. Terima Kasih 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

@pesantrenfathanmubina @fathanmubinatv #santribaru
Follow on Instagram

FACEBOOK

Artikel Lainnya

SANTRI-ALUMNI

Perjuangan Pasutri Muda Alumni Gontor Dirikan Beberapa Cabang Pesantren Tahfidz

14/10/2023
SANTRI-ALUMNI

Doktor Tarbiyah Pertama dari Asia Tenggara, Nilai Summa Cumlaude

09/07/2020
SANTRI-ALUMNI

KH. Abdul Hamid Wahid Tegaskan Pentingnya Peran Alumni di Masyarakat

11/02/2024
pesantren mahasina
SANTRI-ALUMNI

Iqlima, Santriwati Mahasina Sukses Perankan Karakter Suara Nami di Film One Piece

10/09/2023
SANTRI-ALUMNI

Kenakalan Personil Wali Saat Nyantri Pernah Dibotak

03/07/2020
SANTRI-ALUMNI

Putra Sesepuh Pesantren Buntet Terpilih Pimpin PB PMII

25/03/2021
SANTRI-ALUMNI

RnE Ponpes Kyai Galang Sewu Semarang Sukses Gelar Esai Competition 2025

02/09/2025
SANTRI-ALUMNI

Alumni Pesantren Zainul Hasan Genggong Gelar Haul KH Moh Hasan di Jakarta

20/11/2023
Previous Next
  • Tentang SP
  • Redaksi
  • Jasa Publikasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Siber
  • Kirim Artikel
logo suara pesantren logo suara pesantren

Suara Pesantren, media informasi seputar pesantren di Indonesia.
Yuk, support pengembangan website Suara Pesantren agar menjadi lebih baik. Untuk kerjasama, hubungi kami. Terima kasih. Jazakumullah.

© Suara Pesantren | Digital Media Labs
suara pesantren
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?